x

Pezeshkian Tegaskan Selat Hormuz Tak Boleh Jadi Alat untuk Mengancam Iran

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 3 menit
Minggu, 27 Sep 2026 23:00 26

TODAYNEWS.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menegaskan Selat Hormuz tidak boleh digunakan sebagai sarana untuk mengancam atau melemahkan Iran.

Ia menilai keamanan pelayaran di kawasan tersebut tidak dapat diwujudkan dengan mengorbankan keamanan negara-negara yang berada di kawasan pantai.

Penegasan itu disampaikan Pezeshkian dalam pidatonya pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), baru-baru ini.

Dalam pidatonya, Pezeshkian menyinggung apa yang disebutnya sebagai kontradiksi dalam tuntutan negara-negara Barat terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Menurut dia, Iran tidak dapat diminta menjamin kelancaran jalur pelayaran bagi semua pihak, sementara kebebasan navigasi Iran sendiri justru dibatasi.

“Mereka menutup jalan bagi kami, lalu mereka mengangkut senjata, bahan peledak, rudal, dan energi untuk menghancurkan negara lain melalui jalur air yang sama. Ini tidak mungkin,” kata Pezeshkian dikutip dari kantor berita Iran, Press TV, Minggu (27/9/2026).

Ia juga menolak pengerahan armada militer secara permanen di kawasan sebagai cara untuk menjamin keamanan.

“Keamanan pelayaran tidak dapat dijamin dengan melemahkan keamanan negara-negara pantai,” ujarnya.

Tegaskan Iran Tak Akan Menyerah

Pezeshkian juga menyatakan Iran tidak dapat dipaksa menyerah melalui perang. Ia mengatakan negaranya telah menghadapi konsekuensi serangan militer dan tetap mempertahankan kemampuannya untuk membela diri.

“Iran tidak pernah memulai perang apa pun dan selalu menunjukkan komitmennya terhadap meja perundingan,” katanya.

Menurut Pezeshkian, Iran tidak takut menghadapi perang apabila harus mempertahankan diri. Namun, pada saat yang sama, Teheran tetap membuka ruang bagi perundingan perdamaian.

“Perang dipaksakan kepada kami, tetapi kami membuktikan bahwa kami tidak takut perang untuk membela diri; kami tidak lari dari perundingan perdamaian,” ujarnya.

Kritik Sanksi Ekonomi

Pezeshkian selanjutnya mengkritik penggunaan sanksi ekonomi sebagai instrumen tekanan terhadap suatu negara. Ia menilai kebijakan tersebut dapat berdampak langsung terhadap masyarakat sipil.

Ia menyerukan agar prinsip hak asasi manusia dan hukum internasional diterapkan secara setara tanpa memandang kepentingan geopolitik.

“Jika kita mencari keadilan, teman dan lawan harus diukur dengan standar yang sama, dan hak asasi manusia tidak boleh menjadi alat untuk persaingan geopolitik,” kata Pezeshkian.

Ia menegaskan Iran tidak meminta perlakuan khusus, melainkan hak yang sama dengan negara lain sekaligus kesiapan untuk menjalankan tanggung jawabnya.

Pezeshkian juga memperingatkan bahwa tatanan internasional yang hanya mengandalkan kekuatan militer dapat meningkatkan ketidakamanan global.

“Jika hukum internasional hanya ditegakkan ketika selaras dengan kepentingan negara-negara kuat, lebih banyak negara akan menyimpulkan bahwa mereka harus bergantung sepenuhnya pada kekuatan mereka sendiri untuk memastikan keamanan mereka,” ujarnya.

Dorong Keamanan Kolektif

Di akhir pidatonya, Pezeshkian kembali menegaskan bahwa Iran akan mempertahankan kemampuan pertahanannya, tetapi tidak menginginkan perang baru.

“Iran mempertahankan kekuatannya. Kami menyerukan kepada dunia bukan untuk perang lain, tetapi untuk perdamaian dan keadilan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya membangun sistem keamanan bersama di kawasan.

“Kita akan membangun keamanan bersama, atau kita akan menanggung ketidakamanan bersama,” ujar Pezeshkian.

Pezeshkian kemudian menyerukan terbentuknya tatanan internasional yang mengedepankan kesetaraan antarnegara, keadilan, dan kehendak bersama.

“Karena perdamaian yang tidak untuk semua orang bukanlah perdamaian, dan keadilan yang mengecualikan semua orang bukanlah keadilan,” katanya.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
4 days ago
5 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor