Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangannya kepada rekan-rekan media di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: BPMI Setpres TODAYNEWS.ID – Pemerintah terus melakukan evaluasi secara berkala terkait dampak erupsi sejumlah gunung api terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian di daerah terdampak.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan wilayah yang terdampak erupsi berpotensi mengalami kontraksi ekonomi.
Sebab itu, pemerintah masih terus memantau sektor dan program yang ikut terdampak di sejumlah provinsi.
“Pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut,” ujar Airlangga usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pemerintah saat ini memonitor dampak erupsi sekitar lima hingga enam gunung api di Indonesia. Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak disebut mengalami penurunan.
“Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,” katanya.
Dampak erupsi juga mulai dirasakan pada sektor logistik, termasuk penerbangan. Airlangga menyebut terganggunya penerbangan dapat berimbas pada distribusi barang karena pesawat juga digunakan untuk mengangkut kargo.
“Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo,” jelasnya.
Pemerintah masih memantau perkembangan situasi, termasuk menentukan berapa lama penerbangan perlu ditutup atau dibatasi akibat aktivitas erupsi.
“Kita masih monitor berapa lama ini harus ditutup,” pungkas Airlangga.
Pemerintah terus melakukan evaluasi untuk meminimalkan dampak erupsi terhadap aktivitas warga, perekonomian daerah, serta kelancaran distribusi logistik.,