x

Delapan Bandara Kembali Beroperasi, BMKG Pastikan Abu Vulkanik Negatif

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 16:02 13 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan delapan bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali beroperasi pada, Selasa (8/9/2026).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, mengatakan hasil paper test hingga pukul 06.00 WIB menunjukkan tidak terdeteksi paparan abu vulkanik di bandara-bandara tersebut. Pengujian dilakukan untuk melengkapi pemantauan melalui citra satelit dan data meteorologi penerbangan.

“Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik,” kata Faisal, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia, sejumlah bandara kembali melayani penerbangan secara bertahap.

Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang kembali beroperasi pukul 00.30 WIB, disusul Halim Perdanakusuma di Jakarta pukul 00.40 WIB dan Husein Sastranegara di Bandung pukul 00.42 WIB.

Bandara Budiarto Curug mulai beroperasi pukul 01.25 WIB, Pondok Cabe pukul 01.28 WIB, Muhammad Taufik Kiemas pukul 09.31 WIB, Radin Inten II pukul 09.45 WIB, dan Salakanagara Tanjung Lesung pukul 09.50 WIB.

BMKG mengatakan sebaran abu vulkanik GAK secara umum berada hingga ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,13 kilometer. Pada Selasa pukul 09.00 WIB, abu bergerak ke arah selatan-barat daya dengan kecepatan 5-10 knot.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan kondisi cuaca di sekitar GAK dan perairan Selat Sunda cenderung cerah hingga cerah berawan.

Sementara itu, BMKG memastikan belum menemukan indikasi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan melalui 20 tsunami gauge serta HF Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung tidak menunjukkan anomali kenaikan muka air laut maupun perubahan signifikan pada pola arus permukaan.

“Hingga pagi tadi, tidak terdeteksi anomali kenaikan tinggi muka air laut ataupun perubahan pola arus permukaan secara signifikan yang mengindikasikan akan terjadinya tsunami,” kata Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan.

BMKG memperkirakan tinggi gelombang di sekitar Selat Sunda dalam periode 8-13 September 2026 berada pada kisaran 0,5 hingga 3 meter.

Di sisi lain, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi baru Gunung Anak Krakatau pada pukul 07.49 WIB. Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 48 milimeter dengan durasi 19 detik dan dikategorikan sebagai erupsi strombolian atau erupsi kecil.

BMKG juga mencatat aktivitas petir vulkanik dan gangguan geomagnetik akibat aktivitas GAK. Namun, intensitasnya disebut menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari abu vulkanik, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan, dan sejumlah pihak terkait menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 7 September.

BMKG terus melakukan OMC menggunakan dua pesawat Cessna Caravan dengan metode penyemaian awan hujan dan penyemprotan watermist.

Hingga Selasa, OMC telah menjalankan lima sorti penerbangan, terdiri dari satu sorti penyemaian NaCl, satu sorti menggunakan liquid CaCl2, dan tiga sorti penyemprotan watermist. Operasi akan disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan pergerakan abu vulkanik.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
4 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor