x

Netanyahu Dukung Rencana Blokade Hormuz, Sekutu AS Justru Mulai Menjauh

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 08:02 50 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz, namun kebijakan tersebut justru menuai penolakan dari sejumlah sekutu Washington.

Perbedaan sikap ini mencerminkan potensi perpecahan di tengah meningkatnya ketegangan global terkait Iran dan jalur energi strategis dunia.

Netanyahu menegaskan Israel akan berkoordinasi dengan Amerika Serikat terkait langkah tersebut. Dukungan itu memperlihatkan kesamaan pandangan kedua negara terhadap isu Iran.

Ia juga menyoroti program pengayaan uranium Iran. Menurutnya, hal tersebut menjadi hambatan utama dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan rencana blokade total di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari tekanan terhadap Iran.

Trump bahkan mengancam tidak akan membiarkan Iran memperoleh keuntungan dari penjualan minyak. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara dengan Fox News.

Di sisi lain, rencana tersebut tidak mendapat dukungan penuh dari sekutu dekat Amerika Serikat. Sejumlah negara mulai mengambil jarak dari kebijakan Washington.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara tegas menolak keterlibatan negaranya. Ia menyampaikan sikap itu di tengah kekhawatiran meluasnya konflik global.

“Kami tidak mendukung blokade ini dan tidak akan ikut terseret dalam perang,” tegas Starmer dalam wawancara radio BBC.

Starmer menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran tetap terbuka. Ia menilai stabilitas ekonomi global harus menjadi prioritas utama.

“Kami fokus memastikan selat itu terbuka sepenuhnya, dan upaya diplomatik akan terus kami dorong,” ujarnya.

Penolakan juga datang dari negara Eropa lainnya. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan konferensi bersama Inggris untuk membahas kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Macron menegaskan bahwa jalur diplomasi harus dimaksimalkan. Ia berharap konflik dapat diakhiri secara permanen melalui negosiasi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles menilai rencana blokade tidak masuk akal. Ia memperingatkan kebijakan tersebut justru berpotensi memperburuk situasi.

Dari kawasan lain, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mendesak agar negosiasi dengan Iran segera dilanjutkan. Ia juga meminta jalur pelayaran di Selat Hormuz dibuka secepat mungkin.

Sejumlah pihak menilai blokade ini berisiko memicu konflik berskala besar. Selain itu, kebijakan tersebut juga dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, terutama sektor energi.

Tiongkok sebagai salah satu importir besar minyak Iran turut menyuarakan kekhawatiran. Negara tersebut menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan kelancaran jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
14 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x