x

Miliki Rekam Jejak yang Buruk, Komisi V Dukung Kemenhub Evaluasi Taksi Green SM

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Apr 2026 20:44 19 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro, menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan melakukan evaluasi total terhadap operasional Taksi Green SM.

Hal ini menyusul keterlibatan armada taksi tersebut dalam kejadian tabrakan antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Menurut Syafiuddin, keberadaan Taksi Green SM patut menjadi perhatian serius karena tidak hanya menjadi pemicu awal kecelakaan besar tersebut, tetapi juga memiliki rekam jejak kejadian yang berulang.

“Kasus ini bukan yang pertama. Taksi Green SM sudah beberapa kali bermasalah dan menimbulkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, langkah Kemenhub untuk melakukan evaluasi menyeluruh sudah tepat dan harus segera direalisasikan,” ujar Syafiuddin pada Rabu (29/4/2026).

Ia mencatat terdapat sejumlah kejadian yang melibatkan taksi listrik asal Vietnam itu sepanjang tahun 2026.

Pada bulan Januari, salah satu armada taksi tersebut dilaporkan mundur dan menabrak sebuah restoran.

Selanjutnya, pada bulan Februari terdapat 2 kali kejadian, taksi tersebut menabrak pembatas jalan (jalur busway) di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, dan pada 5 Februari mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Citra Garden City 6, Jakarta Barat.

Kemudian pada tanggal 3 April 2026, terjadi 3 kejadian, yakni kendaraan menabrak pembatas jalan di kawasan Jagakarsa Jakarta Selatan dan kecelakaan tunggal di flyover Pesing, Jakarta Barat, serta kendaraan mengalami kerusakan parah di Jalan Sholeh Iskandar, Bogor, setelah insiden di putaran balik yang berujung benturan dengan KRL.

Tak lama berselang, pada 14 April 2026, taksi tersebut kembali menabrak tembok jalan di kawasan Kuningan.

Selain itu, pada 31 Desember 2025 lalu atau tepat di malam pergantian tahun, salah satu armada taksi Green SM juga menerobos palang pintu perlintasan di Sawah Besar, Kemayoran, hingga mengakibatkan kendaraan tersebut tertabrak kereta.

“Rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya permasalahan serius, baik dari sisi teknis kendaraan, sistem operasional, maupun aspek keselamatan,” tegasnya.

Puncaknya, pada 27 April 2026, Taksi Green SM terlibat dalam insiden tabrakan maut dengan kereta api di Bekasi Timur yang memicu perhatian masyarakat luas.

Syafiuddin menekankan bahwa sebagai perusahaan transportasi berbasis listrik yang mengusung inovasi, Taksi Green SM seharusnya mengedepankan standar keselamatan tinggi dan tidak membahayakan masyarakat.

“Kita tentu mendukung inovasi transportasi ramah lingkungan. Namun, aspek keselamatan tidak bisa ditawar. Jangan sampai teknologi justru menjadi ancaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia pun meminta Kemenhub untuk tidak hanya melakukan evaluasi administratif, tetapi juga mengaudit teknis menyeluruh, termasuk sistem keamanan kendaraan, standar operasional pengemudi, serta kelayakan armada.

“Evaluasi harus komprehensif dan transparan. Jika ditemukan pelanggaran serius, perlu ada tindakan tegas, termasuk penghentian operasional sementara hingga perbaikan dilakukan,” tutupnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x