Yaman tutup Selat Bab el-Mandeb bagi kapal-kapal milik Arab Saudi. Sumber Foto: X TODAYNEWS.ID – Angkatan Bersenjata Yaman mengklaim telah mencegah delapan kapal tanker minyak milik Arab Saudi melintasi Selat Bab el-Mandeb yang strategis.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi “pengepungan dibalas pengepungan” untuk membalas blokade Riyadh terhadap Yaman.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, melansir laporan Press TV, Sabtu (1/8/2026).
“Sesuai dengan prinsip ‘pengepungan dibalas pengepungan’ dan sebagai hasil dari pengetatan blokade laut yang dilakukan angkatan bersenjata kita terhadap kapal tanker minyak musuh Saudi, 8 kapal tanker minyak Saudi terpaksa mengubah haluan menuju Selat Harapan,” tegas Yahya.
Sebagai informasi, Arab Saudi beserta koalisi Arabnya memberlakukan blokade terhadap Yaman sejak 26 Maret 2015 dengan dukungan militer, politik, dan logistik dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.
Konflik yang berkepanjangan ini telah menewaskan puluhan ribu warga Yaman. Meski demikian, koalisi tersebut dinilai gagal mencapai target utamanya, yaitu mengembalikan pemerintahan Yaman yang didukung Riyadh ke tampuk kekuasaan setelah rezim sebelumnya melarikan diri di tengah krisis politik.
Sejak saat itu, gerakan Ansarullah mengambil alih tata kelola pemerintahan di Yaman untuk mengelola urusan negara.
Adapun pada 20 Juli lalu, Yaman resmi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi untuk memprotes dan menuntut penghentian blokade atas negaranya.
Ketegangan semakin meningkat setelah pesawat tempur Saudi menyerang kota pelabuhan vital al-Hudaydah. Serangan tersebut mendorong militer Yaman mendeklarasikan prinsip “eskalasi dibalas eskalasi” untuk fase konfrontasi berikutnya.