x

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup Kecuali Izin IRGC dan AS Hentikan Provokasi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 1 Agu 2026 11:48 29 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Otoritas Selat Teluk Persia mengatakan bahwa transit melalui Selat Hormuz tetap ditangguhkan karena berlanjutnya “tindakan agresif” oleh pasukan militer AS di wilayah tersebut.

Kepala keamanan Iran juga memperingatkan bahwa provokasi perang AS terhadap Republik Islam Iran akan memperketat penutupan Selat Hormuz. Langkah tersebut diambil sebagai balasan atas tindakan Washington.

Hal itu juga ditegaskan Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang mengumumkan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup dan setiap pelintasan hanya akan dimungkinkan dengan koordinasi Angkatan Laut IRGC.

“CENTCOM secara keliru mengatakan bahwa pelintasan di Selat Hormuz sedang berlangsung dan perusahaan-perusahaan pelayaran dapat melintasi Selat Hormuz tanpa masalah dan dengan pengawalan Amerika,” tulis IRGC dalam pernyataan resminya, dikutip pada Sabtu (1/8/2026).

IRGC menegaskan bahwa kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Angkatan Laut Iran.

“Namun pada kenyataannya, Selat Hormuz ditutup dan setiap pelintasan hanya akan dimungkinkan dengan koordinasi Angkatan Laut Pasukan Pengawal Revolusi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolqadr, mendesak AS menghentikan sikap konfrontatifnya, termasuk blokade angkatan laut yang dinilai ilegal.

Zolqadr menambahkan bahwa pendekatan konfrontatif Washington yang berlarut-larut tidak hanya memperpanjang penutupan jalur air tersebut, tetapi juga berisiko menutup selat dan titik-titik rawan pelayaran lainnya.

“Ekonomi global, pasar energi, dan para pemilih Amerika akan menanggung akibatnya,” tegas Zolqadr, merujuk pada lonjakan harga bensin yang kian membebani para pembayar pajak di AS, seperti dilaporkan Tasnim.

Sebagaimana diketahui, kedua pihak sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meredakan eskalasi konflik yang dipicu agresi AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran menyetujui transit maritim bebas biaya melalui Selat Hormuz selama 60 hari.

Sesuai ketentuan MoU, Iran merancang rute maritim khusus bagi kapal-kapal yang melintasi titik rawan (chokepoint) serta memperingatkan agar kapal tidak menggunakan jalur di luar batas resmi.

Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman bulan lalu untuk mengakhiri siklus yang timbul dari gelombang agresi Amerika-Israel yang tidak beralasan terhadap Republik Islam, yang dimulai pada 28 Februari.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran setuju untuk mengizinkan transit maritim tanpa biaya melalui selat tersebut selama 60 hari.

Sesuai ketentuan MoU, Iran merancang rute maritim khusus bagi kapal-kapal yang melintasi titik rawan (chokepoint) serta memperingatkan agar kapal tidak menggunakan jalur di luar batas resmi.

Namun, pihak Tehran menilai AS berupaya mengawal pelayaran melalui jalur ilegal. Langkah tersebut mendorong Iran menindak setiap pergerakan kapal yang diprakarsai Washington dan menutup koridor pelayaran hingga intervensi maritim AS di kawasan tersebut berakhir.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 days ago
5 days ago
7 days ago
1 week ago
2 weeks ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor