x

Menteri HAM Minta Latsarmil Dievaluasi Usai Lima Peserta Meninggal

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Jun 2026 10:47 18 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Pelatihan itu diberikan kepada calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Namun dalam pelaksanaannya, lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti program tersebut.

Pigai menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas insiden yang menimpa para peserta. Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar pelaksanaan program serupa ke depan lebih mengutamakan keselamatan peserta.

“Saya juga prihatin dengan kejadian ini dan kami turut berbelasungkawa. Saya sarankan sistem pendidikannya dievaluasi secara menyeluruh,” kata Pigai dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).

Menurut Pigai, orientasi pendidikan bagi calon manajer KDMP dan KNMP seharusnya berfokus pada penguatan tiga aspek utama. Ketiga aspek tersebut meliputi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan mentalitas.

Ia menilai pembentukan karakter peserta tidak harus dilakukan melalui pola latihan yang bercorak militer.

Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta kemampuan bekerja secara cepat dan tepat dinilai dapat ditanamkan melalui pendekatan yang lebih proporsional.

“Bagian yang ini (mental) tidak harus ditanamkan dengan sistem militer, tetapi sifatnya yakni disiplin, tanggung jawab, cepat, tepat, dan jujur. Harus menghindari latihan fisik yang berlebihan,” tegasnya.

Selain meminta evaluasi, Pigai juga mendorong dilakukannya penyelidikan secara profesional dan transparan atas penyebab meninggalnya lima peserta. Ia menekankan proses tersebut harus dilakukan secara objektif dan berdasarkan kajian ilmiah.

Menurutnya, hasil penyelidikan nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola program pelatihan serupa. Perbaikan tersebut terutama menyangkut aspek keselamatan, kesehatan, dan perlindungan peserta selama mengikuti pendidikan.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, kelima peserta diketahui sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Namun, nyawa mereka tidak berhasil diselamatkan.

Berikut lima peserta Latsarmil yang wafat, termasuk penyebab medis di balik kematian mereka:

• Yonanda Muhammad Taufiq didiagnosis henti jantung dan wafat pada 17 Juni 2026

• Anisa Muyassaroh dinyatakan meninggal karena heat stroke dan wafat pada 18 Juni 2026

• Novia Rahmadhani Sihotang meninggal karena tuberkulosis dan wafat pada 22 Juni 2026

• Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal karena pneumonia atau infeksi paru-paru dan wafat pada 25 Juni 2026

• Nola Dya Sari didiagnosis henti jantung dan wafat pada 26 Juni 2026

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor