x

Menaker Perkuat Kompetensi SDM Dorong Industrialisasi Indonesia

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Agu 2026 13:27 30 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya sumber daya manusia (SDM) berkompetensi sebagai salah satu kunci untuk memperkuat industrialisasi sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, Menaker menjelaskan bahwa agenda hilirisasi, penguatan industri nasional, serta ketahanan pangan dan energi memerlukan tenaga kerja berkompetensi yang mampu menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

“Tidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya, tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten, dan tidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan, kemerdekaan telah memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menentukan sendiri arah dan jalan menuju kemajuan.

Oleh karena itu, pembangunan ekonomi harus terus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bangsa dalam mengelola berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Dalam mewujudkan agenda tersebut, Yassierli mengungkapkan empat fokus utama yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

“Pertama, Kemnaker terus memperkuat pembangunan pekerja kompeten melalui pelatihan vokasi, magang, sertifikasi kompetensi, serta sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.

Menurutnya, kompetensi tenaga kerja harus sesuai dengan kebutuhan industri serta mampu mempersiapkan pekerja menghadapi digitalisasi, kecerdasan artifisial (AI), otomasi, transisi energi, dan pertumbuhan industri baru.

“Kita harus semakin mampu membaca perubahan kebutuhan industri agar sistem pelatihan kita tidak selalu datang terlambat. Sebab pada akhirnya, kedaulatan industri membutuhkan kedaulatan kompetensi,” katanya.

Sebagai langkah kedua, Kemnaker memperkuat pasar kerja yang adaptif melalui penyediaan informasi pasar kerja, pencocokan kerja (job matching), program magang, serta peningkatan reskilling dan upskilling.

Berdasarkan data Sakernas Mei 2026, sekitar 148 juta penduduk Indonesia tercatat telah bekerja. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada level 4,65 persen.

“Pasar kerja harus mampu mempertemukan orang yang membutuhkan pekerjaan dengan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi mereka, secara lebih cepat dan tepat,” ujar Menaker.

Selain itu, Kemnaker terus mendorong terciptanya dunia kerja yang inklusif dengan memperluas kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memperoleh kompetensi dan pekerjaan yang layak.

“Keempat, Kemnaker memperkuat regulasi dan hubungan industrial agar kemajuan industri berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja,” ujarnya.

Yassierli menilai kekuatan industri pada akhirnya harus tercermin melalui peningkatan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan para pekerja.

“Karena itu, setiap program ketenagakerjaan perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari memperoleh kompetensi hingga mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Yassierli.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
1 day ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor