x

Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

waktu baca 3 menit
Kamis, 3 Sep 2026 10:39 27 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Target tersebut akan menjadi salah satu arah utama kebijakan ekonomi dan fiskal dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, pemerintah membutuhkan akselerasi investasi hingga tumbuh 7 persen.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen,” ujar Purbaya, mengutip pada Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, pencapaian target pertumbuhan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan Danantara.

Investasi pemerintah, kata Purbaya, akan berperan sebagai katalis. Sementara sektor swasta diharapkan menjadi motor utama investasi nasional dan Danantara akan berkontribusi dalam pembiayaan sektor strategis serta program hilirisasi.

Purbaya mengatakan perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,45 persen dengan inflasi yang tetap terkendali. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara juga tumbuh 21,3 persen, sementara defisit APBN berada di level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Ketahanan ekonomi dan solidnya kinerja fiskal yang terus terjaga sepanjang 2026 menjadi landasan yang kuat bagi perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027,” katanya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah akan memperkuat stabilitas ekonomi makro melalui pengendalian inflasi, dukungan terhadap suku bunga yang kompetitif, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Purbaya menilai stabilitas ekonomi menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan mendorong investasi secara berkelanjutan.

“Stabilitas ini menjadi pondasi penting untuk menciptakan kepastian, meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi, dan mendorong investasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan sektor-sektor strategis, termasuk minyak dan gas bumi. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan lifting, percepatan pengembangan cadangan migas, pemanfaatan teknologi, hingga perbaikan iklim investasi di sektor hulu.

Pemerintah juga menyiapkan kepastian berusaha, pemberian insentif fiskal, serta penyederhanaan regulasi untuk mendorong investasi di sektor tersebut.

Di sisi lain, Purbaya memastikan akselerasi pertumbuhan ekonomi tetap akan dibarengi dengan upaya menjaga kesehatan fiskal.

Pemerintah akan melanjutkan reformasi fiskal melalui optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pembiayaan defisit yang dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan.

“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi tersebut harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah merencanakan pendapatan negara sebesar Rp3.426 triliun dan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun. Defisit anggaran ditargetkan berada di level 2,40 persen terhadap PDB.

“Postur RAPBN ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan untuk mendukung akselerasi pembangunan dan komitmen menjaga kesinambungan fiskal,” tutur Purbaya.

Adapun asumsi dasar ekonomi makro 2027 mencakup pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan inflasi 2,5 persen.

Kemudian, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dipatok 6,9 persen, sementara nilai tukar rupiah diasumsikan berada di level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pemerintah juga menetapkan Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel. Sementara lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 612,5 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

Target pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 6-6,5 persen pada 2027. Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada di kisaran 4,3-4,87 persen, sedangkan rasio gini dipatok pada rentang 0,362-0,367.

“Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang solid yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif menjadi faktor pendorong tercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Purbaya.

Pemerintah berharap penguatan investasi, peningkatan produktivitas, dan reformasi fiskal dapat menjadi mesin utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor