x

Ketegangan di Timur Tengah Masih Berlangsung, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Jaga Pertumbuhan Ekonomi

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Apr 2026 16:59 24 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, membahas soal perkembangan ekonomi nasional di tengah ancaman krisis imbas ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026), juga turut dirumuskan langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan guna menghadapi dinamika global yang terus bergerak dinamis.

“Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan ekonomi dalam negeri dan dinamika global. Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.

Teddy menyampaikan meski kondisi ekonomi domestik saat ini masih berada dalam kondisi yang terjaga, namun pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global dengan menyiapkan beberapa langkah antisipasi.

“Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan,” ujar Teddy.

Menurut Teddy, dalam kesempatan tersebut Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan juga memaparkan sejumlah skenario kebijakan yang disiapkan pemerintah.

Skenario kebijakan tersebut disiapkan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat serta memastikan stabilitas fiskal tetap terjaga.

“Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech),” ungkap Teddy.

Lebih lanjut, Teddy juga menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan adalah uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Banyuwangi.

Program ini dirancang untuk meningkatkan transparansi sekaligus memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, sebelum diperluas ke berbagai daerah lain.

“Digitalisasi bantuan sosial saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten/kota. Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos,” jelas Seskab.

Selain fokus pada stabilitas domestik, pemerintah juga terus memanfaatkan peluang di tengah dinamika global, khususnya dalam menarik arus investasi dari kawasan Timur Tengah.

Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center yang diharapkan dapat memperkuat daya tarik investasi nasional.

“Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional,” pungkas Teddy.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
8 hours ago
12 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x