x

Kemenperin Bantah Isu 2 Perusahaan Otomotif Bakal Hengkang dari Indonesia

waktu baca 3 menit
Rabu, 24 Jun 2026 13:06 27 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah kabar yang menyebut dua perusahaan industri komponen otomotif akan memindahkan fasilitas produksinya dari Indonesia ke Vietnam. Pemerintah menegaskan kedua perusahaan tersebut masih beroperasi normal dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memerintahkan jajaran terkait untuk menelusuri kebenaran informasi yang beredar. Langkah itu dilakukan menyusul munculnya pemberitaan mengenai relokasi produksi dan PHK pada dua perusahaan industri komponen otomotif.

“Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensifitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik,” ujar Febri, dikutip Rabu (24/6/2026).

Hasil penelusuran menunjukkan dua perusahaan yang dimaksud adalah PT JAI dan PT SAI yang berlokasi di Jawa Timur. PT JAI beroperasi di Kabupaten Pasuruan, sedangkan PT SAI berada di Kabupaten Mojokerto.

Kemenperin mencatat kedua perusahaan tersebut masih aktif melaporkan kegiatan industrinya melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Pelaporan dilakukan secara rutin sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan konfirmasi langsung kepada pihak perusahaan, fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI tetap beroperasi normal di Indonesia. Kegiatan produksi juga berjalan seperti biasa tanpa adanya perubahan signifikan.

Kemenperin menyatakan belum menemukan adanya rencana relokasi fasilitas produksi kedua perusahaan tersebut ke Vietnam. Perusahaan juga membantah isu pengurangan tenaga kerja maupun PHK yang sempat beredar.

“Berdasarkan hasil penelusuran kebenaran informasi ini, kami dari Kementerian Perindustrian sementara menyimpulkan bahwa pertama belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT. JAI dan PT. SAI dari Indonesia ke Vietnam. Dan kedua tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut,” ungkap Febri.

Meski demikian, Kemenperin mengakui pemberitaan mengenai relokasi dan PHK telah menimbulkan dampak terhadap aktivitas bisnis kedua perusahaan. Sejumlah pembeli dan pemasok disebut mempertanyakan kebenaran informasi yang beredar.

Menurut Febri, kondisi tersebut berpotensi mengganggu rantai pasok industri otomotif. Isu yang berkembang juga dinilai memengaruhi persepsi terhadap iklim investasi manufaktur nasional.

“Pemberitaan masif terhadap relokasi dan PHK pada dua industri di Jatim ini telah berdampak terhadap rantai pasok industri otomotif dan iklim investasi manufaktur Indonesia terutama pada dua perusahaan industri komponen otomotif ini,” tuturnya.

Kemenperin juga mengungkapkan bahwa PT SAI dan PT JAI merupakan perusahaan dengan nilai investasi yang besar. Total investasi yang telah direalisasikan kedua perusahaan mencapai lebih dari Rp1,9 triliun.

Pada triwulan pertama 2026, PT SAI memproduksi sekitar 1,2 juta pieces komponen, sementara PT JAI menghasilkan sekitar 1,6 juta pieces komponen.

Seluruh hasil produksi tersebut ditujukan untuk pasar ekspor sehingga kedua perusahaan menjadi bagian dari rantai pasok global industri otomotif dan berkontribusi terhadap kinerja ekspor manufaktur Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Perindustrian telah menginstruksikan jajarannya untuk terus memantau kondisi industri, melakukan mitigasi terhadap gangguan rantai pasok maupun permintaan, serta menjaga keberlanjutan investasi dan perlindungan tenaga kerja di sektor manufaktur nasional.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
23 hours ago
24 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor