x

Karel Mainaky Soroti Progres Ganda Putri Indonesia, Kepercayaan Diri Meningkat

waktu baca 3 menit
Minggu, 7 Jun 2026 05:56 27 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Penampilan sektor ganda putri Indonesia pada Polytron Indonesia Open 2026 mendapat apresiasi dari tim pelatih. Meski belum berhasil meraih gelar juara, perkembangan para pemain dinilai menunjukkan arah yang positif.

Dari lima pasangan yang tampil di turnamen level Super 1000 tersebut, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menjadi wakil dengan pencapaian terbaik. Pasangan muda Indonesia itu berhasil melangkah hingga babak semifinal.

Perjalanan Rachel/Febi baru terhenti setelah menghadapi pasangan peringkat satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning. Meski kalah, penampilan mereka dinilai cukup menjanjikan untuk masa depan.

Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI, Karel Mainaky, menilai anak asuhnya sebenarnya memiliki peluang untuk memberikan perlawanan lebih kuat. Namun beberapa keraguan masih terlihat pada momen-momen penting pertandingan.

“Kalau untuk hasil hari ini sebenarnya disayangkan ya. Rachel/Febi sebetulnya punya peluang, mereka sudah berusaha untuk menguasai permainan. Namun ada beberapa hal yang membuat mereka ragu-ragu,” kata Karel mengutip dari PBSI, Minggu (7/6/2026).

Menurut Karel, pencapaian semifinal patut disyukuri mengingat Rachel dan Febi baru dipasangkan sekitar sembilan bulan. Ia menilai keduanya masih membutuhkan lebih banyak pengalaman menghadapi pasangan elite dunia.

Selain Rachel/Febi, dua pasangan Indonesia lainnya juga berhasil menembus perempat final. Mereka adalah Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Langkah Fadia/Amallia terhenti setelah menghadapi unggulan kelima asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. Sementara Ana/Trias harus tersingkir setelah bertemu sesama wakil Indonesia, Rachel/Febi.

Di sisi lain, pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari serta Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine belum mampu melangkah jauh. Kedua pasangan tersebut harus mengakhiri perjalanan sejak babak pertama.

Karel melihat perubahan paling menonjol dari sektor ganda putri Indonesia terletak pada aspek mental bertanding. Para pemain kini dinilai lebih percaya diri ketika menghadapi lawan-lawan papan atas dunia.

“Saya melihat memang ada progres dari anak-anak, sedikit demi sedikit. Penampilan mereka memang cukup baik di turnamen ini. Mereka terlihat lebih yakin, biasanya memandang lawan itu terlalu hebat. Memang saya lagi berusaha agar mereka tidak memandang lawan itu siapa, sebelum kita kalah ya kita tarung dulu,” ujar Karel.

Pelatih senior tersebut juga mengungkapkan persiapan menuju Indonesia Open 2026 dilakukan secara khusus dan lebih intens dibanding turnamen sebelumnya. Ia bahkan memilih fokus mendampingi latihan ketimbang mengikuti beberapa turnamen di luar negeri.

“Persiapan ke turnamen ini memang lebih intens, saya sampai tidak berangkat ke Thailand, Malaysia dan Singapura. Selain latihan, saya juga bentuk pola pikir mereka,” katanya.

Karel menjelaskan setiap pasangan mendapatkan program latihan yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing. Ia berharap tren positif yang terlihat di Indonesia Open 2026 dapat berlanjut pada turnamen berikutnya, termasuk membuka peluang kembali terciptanya final sesama pasangan Indonesia seperti yang terjadi di Australia Open 2026.

“Tiga pasangan ini memang programnya berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain program latihan umum, ada latihan tambahan terpisah. Misalnya Rachel/Febi yang paling muda, saya kasih latihan pagi, lanjut ke Fadia/Tiwi dan Ana/Trias paling siang karena di poin akhir masih sering menurun, jadi saya kasih tambahan di sesi terakhir saat mereka capek,” beber Karel.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 days ago
4 days ago
5 days ago
5 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit