x

Jonatan Keluar sebagai Runner-up Polytron Indonesia Open 2026

waktu baca 3 menit
Minggu, 7 Jun 2026 20:15 29 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Jonatan Christie harus kembali menunda ambisinya meraih gelar juara di hadapan publik sendiri setelah gagal menaklukkan Victor Lai pada final Polytron Indonesia Open 2026. Pebulu tangkis asal Kanada itu menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-8.

Kekalahan tersebut membuat Jonatan belum mampu mengakhiri penantian gelar di turnamen bergengsi yang berlangsung di Istora Senayan. Meski demikian, pencapaian sebagai runner up menjadi hasil terbaik yang pernah diraihnya sepanjang tampil di Indonesia Open.

Sebelum edisi 2026, Jonatan kerap terhenti di fase-fase awal turnamen. Prestasi terbaiknya sebelumnya hanya mencapai babak semifinal pada penyelenggaraan tahun 2021.

Usai pertandingan, Jonatan menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang terus memberikan dukungan sepanjang turnamen. Ia juga meminta maaf karena belum mampu mempersembahkan gelar juara yang diharapkan publik Indonesia.

“Terima kasih untuk yang sudah dukung saya, maaf saya belum bisa memberikan hasil yang paling maksimal, yaitu medali emas. Tapi ya, ini yang bisa saya lakukan, ini yang bisa saya buat, jadi ya terima kasih banyak,” ujar Jonatan mengutip dari PBSI, Minggu (7/6/2026).

Menghadapi Victor Lai bukan perkara mudah bagi Jonatan. Pemain muda Kanada itu tampil agresif dan mampu memanfaatkan keunggulan kecepatan untuk menekan permainan wakil Indonesia.

Persaingan berlangsung ketat pada gim pertama. Namun setelah berhasil merebut kemenangan pembuka, Lai tampil semakin dominan pada gim kedua dan membuat Jonatan kesulitan mengembangkan permainan.

Jonatan mengakui dirinya mengalami tekanan besar sejak awal pertandingan. Kondisi tersebut membuatnya gagal menampilkan permainan terbaik saat menghadapi lawan yang tampil percaya diri.

“Memang saya merasa ada pressure dari awal main, ketegangannya juga cukup besar. Dan ya, saya rasa saya enggak bisa meng-handle hal tersebut di dalam lapangan tadi, itu saja sih,” ungkapnya.

Terkait rencana ke depan, Jonatan belum ingin memikirkan target besar yang masih menanti pada musim ini. Ia memilih mengambil waktu untuk memulihkan kondisi mental setelah menjalani rangkaian turnamen yang padat.

“Memang masih ada Kejuaraan Dunia dan Asian Games tapi mungkin fokusnya saat ini adalah untuk menenangkan pikiran dulu, menjauh sebentar dari bulutangkis, supaya lebih tenang, membersihkan ya pikiran yang sudah, yang sudah dipakai lah setelah mungkin ya tiga minggu pertandingan ini sampai hari ini,” kata Jonatan.

Di sisi lain, Victor Lai mengaku kemenangan di final terasa sangat spesial. Ia menilai tantangan terbesar datang dari atmosfer Istora yang memberikan dukungan penuh kepada Jonatan sebagai tuan rumah.

“Saya rasa hal tersulit hari ini adalah mengatasi tekanan dari penonton. Sangat bising dan setiap kali Jonatan memenangkan poin, rasanya saya bahkan tidak bisa mendengar suara saya sendiri karena sangat, sangat bising,” ujar Lai.

Lai juga mengungkapkan kedekatannya dengan Indonesia karena banyak pelatih di klub tempatnya berlatih berasal dari Tanah Air. Gelar juara yang diraihnya sekaligus mengukir sejarah baru sebagai tunggal putra Kanada pertama yang berhasil menembus final dan menjadi juara Indonesia Open.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 days ago
5 days ago
5 days ago
6 days ago
6 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit