x

Jonatan Christie Jadikan Indonesia Open 2026 Target Utama, Bidik Gelar Perdana di Istora

waktu baca 3 menit
Selasa, 2 Jun 2026 16:28 20 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie menegaskan ambisinya untuk meraih gelar juara Polytron Indonesia Open 2026. Turnamen level BWF Super 1000 tersebut menjadi salah satu target terbesar yang dibidiknya sepanjang musim ini.

Jonatan mengawali perjuangannya dengan hasil positif setelah mengalahkan wakil Singapura Jia Heng Jason Teh pada babak pertama. Pemain peringkat lima dunia itu menang dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-15.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Jonatan untuk melanjutkan langkahnya di hadapan publik sendiri. Dukungan suporter di Istora Senayan juga menjadi motivasi tambahan bagi pemain berusia 28 tahun tersebut.

Meski sukses melewati babak pertama, Jonatan mengakui pertandingan tidak berjalan mudah. Ia membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan karakter permainan yang berbeda dibanding turnamen sebelumnya.

Pada gim pertama, Jonatan bahkan sempat tertinggal 10-14 dari lawannya. Namun, ketenangan dan pengalaman membuatnya mampu membalikkan keadaan hingga akhirnya mengamankan kemenangan.

“Tadi sedikit masih adaptasi untuk di awal-awal game. Pasti di setiap turnamen, babak pertama itu pasti enggak mudah karena adaptasi lapangan, kondisi angin, itu juga cukup mempengaruhi,” ujar Jonatan usai pertandingan.

Bagi Jonatan, Indonesia Open memiliki arti yang sangat spesial. Selain berstatus sebagai turnamen kandang, ajang ini juga menjadi satu-satunya turnamen besar yang belum pernah berhasil ia menangkan sepanjang karier profesionalnya.

“Seperti pernah saya sampaikan di konferensi pers, Indonesia Open adalah salah satu target terbesar di tahun ini untuk saya pribadi. Selain karena saya belum pernah juara di Indonesia Open,” kata Jonatan.

Ia mengungkapkan bahwa bersama tim pelatih telah menetapkan Indonesia Open sebagai salah satu sasaran utama musim ini. Namun, Jonatan memilih untuk tetap fokus menghadapi setiap pertandingan secara bertahap.

“Saya ingin melakukan yang terbaik, saya ingin mudah-mudahan bisa meraih gelar juara. Tapi terlepas dari itu, saya ingin fokus untuk match per match dulu,” lanjutnya.

Persiapan Jonatan menuju Indonesia Open juga terbantu setelah langkahnya terhenti lebih cepat di Singapore Open 2026. Kekalahan pada babak pertama dari pemain India Prannoy HS memang mengecewakan, tetapi memberi waktu tambahan untuk pemulihan kondisi.

Menurut Jonatan, tambahan waktu tersebut dimanfaatkan untuk memulihkan kebugaran sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan besar di Jakarta. Ia merasa datang ke Indonesia Open dengan kondisi yang lebih siap.

“Saya juga maunya melangkah sejauh mungkin di Singapore Open karena poinnya juga cukup besar, tapi harus berhenti di babak pertama. Jadi ya, akhirnya saya punya waktu untuk recovery lebih dan mempersiapkan diri buat Indonesia Open ini,” ungkapnya.

Jonatan juga menegaskan bahwa setiap turnamen memiliki tantangan yang berbeda. Faktor shuttlecock, kondisi arena, hingga karakter lawan membuat setiap pertandingan tidak bisa disamakan satu dengan yang lain.

Pada babak kedua, Jonatan berpeluang menghadapi sesama pemain Indonesia, Alwi Farhan. Namun, duel Merah Putih itu baru akan terjadi apabila Alwi mampu mengatasi perlawanan wakil India Lakshya Sen pada laga babak pertama.

Dengan status sebagai salah satu andalan tuan rumah, Jonatan kini membawa harapan besar publik Indonesia. Kesempatan meraih gelar Indonesia Open perdana pun menjadi motivasi utama dalam setiap langkahnya di Istora Senayan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
22 hours ago
22 hours ago
1 day ago
1 day ago
4 days ago

LAINNYA
x
x
domain