x

Investasi Domestik Tembus Hampir Rp 2.000 T, Kadin Ungkap Ketahanan Ekonomi RI

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Nov 2026 10:57 42

TODAYNEWS.ID – Optimisme para pengusaha Indonesia terhadap prospek perekonomian nasional terus menguat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut tercermin dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, dengan kontribusi investasi domestik yang lebih dari separuh total investasi nasional.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa besarnya kontribusi investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam investasi menjadi salah satu modal penting untuk menjaga daya tahan perekonomian di tengah ketidakpastian global.

“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” kata Anindya mengutip pada Senin (2/11/2026).

Anindya menyampaikan bahwa dunia usaha juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan industri masa depan, dan tidak hanya memperkuat industri yang telah berjalan.

Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan antara lain industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center) yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal cukup besar.

“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak,” imbuh Anindya.

Anindya juga menyoroti besarnya peran sektor swasta dalam perekonomian nasional. Ia menyebut dunia usaha memiliki ruang kontribusi yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan usaha, dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN,” ungkap Anindya.

“Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari,” lanjut Anindya.

Lebih lanjut, Anindya juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global. Anindya menyebut Indonesia masih menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

“Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” pungkasnya.

Optimisme tersebut memperlihatkan kesiapan dunia usaha untuk menjadi salah satu penggerak utama pembangunan nasional.

Melalui penguatan investasi domestik, pengembangan industri masa depan, dan pemberdayaan pengusaha daerah, Kadin menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang kuat serta membawa Indonesia semakin diperhitungkan di panggung dunia.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA