x

IHSG Melemah Usai “Rally” Sepekan, Dipicu Aksi Profit Taking Investor

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Apr 2026 23:02 25 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar setelah indeks mengalami rally (kenaikan berturut-turut) sekitar sepekan terakhir.

IHSG ditutup melemah 52,36 poin atau 0,68 persen ke posisi 7.623,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,37 poin atau 0,57 persen ke posisi 759,95.

“Pelemahan IHSG antara lain akibat profit taking setelah mengalami rally sekitar sepekan terakhir,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, Ratna menilai blokade oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Selat Hormuz meningkatkan tekanan terhadap China dan India.

Dengan sekitar 98 persen ekspor minyak Iran menuju China, serta menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, kondisi ini memperbesar risiko hubungan damai yang rentan antara AS dan China.

Di sisi lain, hubungan antara AS dan India juga menjadi semakin kompleks. Hal ini karena kebijakan Amerika bertentangan dengan kepentingan ekonomi India yang saat ini tengah menghadapi krisis energi.

Sebelumnya, Trump dijadwalkan berkunjung ke China pada pertengahan Mei 2026. Oleh karena itu, AS menginginkan hubungan bilateral tetap stabil agar pertemuan tersebut berjalan sesuai rencana.

Namun demikian, adanya blokade Selat Hormuz serta ancaman tarif dari AS meningkatkan risiko kegagalan pertemuan tersebut.

Dari dalam negeri, S&P Global Ratings menyebut bahwa peringkat utang negara Indonesia menjadi salah satu yang paling rentan terhadap konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

S&P memproyeksikan kenaikan biaya energi akibat konflik akan meningkatkan beban subsidi Indonesia sekaligus menekan anggaran belanja negara. Selain itu, impor minyak yang lebih mahal berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan.

Selain itu, S&P juga menilai percepatan inflasi akan mendorong kenaikan suku bunga. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan biaya pinjaman pemerintah Indonesia.

IHSG sempat dibuka menguat dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah dan bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor berhasil menguat. Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan kenaikan 3,27 persen, diikuti sektor industri serta teknologi yang masing-masing naik 1,75 persen dan 0,44 persen.

Sementara itu, enam sektor mengalami pelemahan. Sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 1,13 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer dan sektor barang baku yang masing-masing turun 0,95 persen dan 0,54 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SDMU, BIPP, DEFI, PSDN dan ASHA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KONI, MSIN, SRAJ, BAPA dan ARKO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.164.258 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 51,41 miliar lembar senilai Rp22,59 triliun. Sebanyak 380 saham naik, 292 saham menurun, dan 149 saham tidak bergerak.

Di kawasan Asia, bursa saham regional menunjukkan penguatan. Indeks Nikkei naik 350,61 poin atau 0,61 persen ke 58.228,00, indeks Shanghai menguat 0,01 persen ke 4.027,21, indeks Hang Seng naik 0,29 persen ke 25.947,32, dan indeks Strait Times bertambah 0,22 persen ke 5.018,65.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
10 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x