x

IHSG Ditutup Menguat, Saham Sektor Energi Jadi Motor Penggerak

waktu baca 3 menit
Selasa, 2 Jun 2026 17:25 20 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat dengan dukungan utama dari saham-saham sektor energi yang mencatatkan kinerja positif sepanjang perdagangan.

IHSG ditutup naik 68,04 poin atau 1,11 persen ke level 6.195,42. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 turut menguat 8,10 poin atau 1,33 persen menjadi 619,27.

“IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna data ekonomi,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari pasar global, pelaku pasar masih bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian terkait negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu fluktuasi harga minyak mentah.

Selain itu, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung turut membayangi sentimen investor. Laporan menyebutkan bahwa Teheran menghentikan sementara pembicaraan dengan Washington sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon, meskipun Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa proses negosiasi masih berjalan.

“Pasar juga fokus perhatian pernyataan yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai diskusi baru-baru ini tentang konflik di Lebanon,” ujar Nico.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang setelah S&P Global melaporkan indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia meningkat dari 49,1 pada April 2026 menjadi 50,0 pada Mei 2026. Data tersebut menunjukkan daya tahan sektor domestik di tengah tekanan ekonomi global yang berdampak pada ekspor.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2026 sebesar 0,28 persen secara bulanan (mtm) dan 3,08 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang target Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Selain inflasi yang terkendali, BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 90 juta dolar AS. Nilai ekspor tercatat mencapai 25,30 miliar dolar AS, sedangkan impor berada di level 25,21 miliar dolar AS.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau dan mampu mempertahankan penguatannya hingga penutupan sesi pertama. Tren positif tersebut berlanjut pada sesi kedua hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor berhasil mencatatkan kenaikan. Sektor energi memimpin dengan penguatan 1,78 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 0,64 persen dan sektor barang baku yang naik 0,58 persen.

Di sisi lain, enam sektor mengalami pelemahan. Sektor transportasi dan logistik menjadi yang tertekan paling dalam dengan penurunan 3,20 persen, disusul sektor kesehatan sebesar 2,65 persen serta sektor properti yang melemah 1,13 persen.

Adapun saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini antara lain BEER, NZIA, KUAS, DSSA, dan BREN. Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan terdalam yakni TRUE, ELPI, APIC, KJEN, dan EPAC.

Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 2.572.956 kali transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 31,25 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp25,47 triliun. Tercatat sebanyak 281 saham menguat, 389 saham melemah, dan 147 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham berlangsung bervariasi. Indeks Nikkei melemah 330,33 poin atau 0,49 persen ke level 66.604,00. Sebaliknya, indeks Shanghai naik 17,36 poin atau 0,43 persen menjadi 4.075,10, indeks Hang Seng menguat 640,14 poin atau 2,52 persen ke 26.038,32, dan indeks Strait Times bertambah 51,13 poin atau 1,01 persen menjadi 5.088,99.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
22 hours ago
22 hours ago
1 day ago
1 day ago
4 days ago

LAINNYA
x
x
domain