x

IHSG Anjlok 3,98 Persen, Saham Grup Prajogo dan Emiten HSC Jadi Sorotan Usai Dicoret MSCI

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Mei 2026 10:31 22 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026). Tekanan besar datang dari saham-saham yang sebelumnya dikeluarkan dari indeks global milik MSCI.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 94,34 poin atau 1,40 persen ke level 6.628,97. Tidak lama setelah pasar dibuka, pelemahan IHSG semakin dalam hingga menyentuh 2,59 persen.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 208 saham bergerak melemah. Sementara itu, 134 saham menguat dan 349 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp681,16 miliar. Volume perdagangan tercatat sebanyak 860,11 juta saham dalam 82.225 kali transaksi.

Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali menjadi tekanan utama bagi IHSG. Selain itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga ikut menjadi sorotan pasar.

Tekanan terhadap pasar saham domestik mulai meningkat sejak pengumuman MSCI terkait evaluasi indeks globalnya. MSCI resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index.

Enam emiten tersebut yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Selain menghapus saham dari indeks utama, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index. Langkah itu menambah tekanan terhadap sentimen pasar domestik.

Tak lama setelah pengumuman MSCI, FTSE Russell ikut memberikan perhatian terhadap saham-saham Indonesia dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). FTSE menyampaikan potensi penghapusan saham tertentu pada evaluasi indeks Juni 2026.

Dalam dokumen bertajuk “Index Treatment for the June 2026 Index Review”, FTSE menegaskan saham yang terkena peringatan konsentrasi kepemilikan dapat dikeluarkan dari indeks. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga integritas dan replikabilitas indeks global.

“Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026,” tulis pengumuman resmi tersebut.

FTSE menjelaskan kebijakan harga nol diterapkan karena likuiditas saham HSC dinilai berpotensi memburuk secara material. Kondisi itu dinilai menyulitkan investor institusi mencari pembeli apabila harus melepas saham dalam jumlah besar secara mendadak.

Mengutip data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan melemah pada perdagangan pagi ini dengan tekanan terbesar berasal dari sektor infrastruktur, barang baku, energi, dan teknologi.

Saham Bank Central Asia (BBCA), DSSA, TPIA, BREN, dan AMMN menjadi pemberat utama IHSG setelah mengalami penurunan tajam, termasuk beberapa saham yang langsung menyentuh auto rejection bawah (ARB).

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

19 hours ago
5 days ago
6 days ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x