x

Hari Sumpah Pemuda, Pemprov DKI Salurkan Bantuan Tebus Ijazah Senilai Rp4,67 Miliar

Laporan: Azis Arriadh

waktu baca 3 menit
Rabu, 28 Okt 2026 09:55 71

TODAYNEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan dana sebesar Rp4,67 miliar untuk program Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 yang diberikan kepada 2.810 warga. Langkah ini diambil guna memfasilitasi masyarakat yang dokumen kelulusannya tertahan karena masalah finansial agar dapat kembali melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

Penyaluran bantuan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ketika bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/10).

Dalam kesempatan itu, Pramono menekankan bahwa hambatan ekonomi tidak sepatutnya menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memaksimalkan potensi serta mengejar masa depan yang lebih baik.

“Program ini sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, yaitu jangan sampai anak muda kehilangan kesempatan hanya karena ijazahnya tertahan. Setelah ijazah dapat diakses kembali, mereka harus punya kesempatan melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, dan membangun masa depan,” ujar Gubernur Pramono.

Anggaran senilai Rp4.671.693.000 tersebut disalurkan kepada penerima dari berbagai tingkat pendidikan, mencakup 199 lulusan SD, 911 lulusan SMP, 304 lulusan SMA, 1.104 lulusan SMK, 289 lulusan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta tiga lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Penentuan daftar penerima manfaat dilakukan lewat proses pendataan, verifikasi, dan validasi secara bertahap. Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga telah berkoordinasi dengan tiap satuan pendidikan guna memastikan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria.

Kebijakan Pemutihan Ijazah ini menjadi wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menekan kendala ekonomi dan memperluas kesempatan belajar bagi warganya. Dokumen kelulusan yang telah ditebus diharapkan mampu menunjang masyarakat dalam studi lanjut, melamar kerja, maupun peningkatan keterampilan.

Di hadapan para peserta upacara, Pramono turut mengimbau para pemuda Jakarta untuk menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai pemicu untuk terus belajar, bekerja keras, berkarya, serta memberi kontribusi positif di tengah masyarakat.

Saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI dalam peringatan bertajuk “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” tersebut, Gubernur Pramono juga menggarisbawahi urgensi pembentukan generasi muda yang berprestasi sekaligus peka terhadap sesama.

“Sebab, nasionalisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” ucap Gubernur Pramono saat membacakan amanat Menpora.

“Kami berpesan, masa depan bangsa sedang kita bangun sekarang. Pemprov DKI akan terus membuka akses pendidikan dan kesempatan bagi generasi muda agar mereka tumbuh patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan,” tegasnya.

Kehadiran program ini langsung dirasakan dampaknya oleh Muhammad Rafli Husain (20), warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Ijazahnya dari SMA Muhammadiyah 16 sempat tertahan sejak 2023 akibat keterbatasan biaya.

“Karena keuangan saya belum memenuhi buat tebus ijazah di sekolah. Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk bantuan ini. Ini berharga banget buat saya, karena ini penting untuk berlanjut kerja,” ungkap Rafli.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA