x

Harga Pertamax Segera Disesuaikan, Bahlil: Pembahasan Hampir Rampung

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 15:59 31 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pembahasan terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax Series kini sudah berada di tahap akhir.

“Tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian. Feeling saya, atas dasar rapat-rapat kami dengan Pertamina maupun badan usaha swasta, sudah hampir selesai sih,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020. Aturan ini merujuk pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2022 tentang perhitungan harga jual eceran BBM.

Kepmen tersebut mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum, baik jenis bensin maupun solar, yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM pada Tahun 2022, BBM nonsubsidi itu kan berdasarkan harga pasar,” ucap Bahlil.

Di sisi lain, Pertamina bersama sejumlah badan usaha swasta pengelola SPBU seperti Shell, Vivo, dan bp masih menahan harga BBM nonsubsidi sejak awal April 2026. Hal ini dilakukan meskipun harga minyak dunia mengalami lonjakan akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Saat ini, harga minyak dunia jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 90–100 dolar AS per barel. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana Brent (ICE) berada di level 64 dolar AS per barel.

Sebelumnya, kebijakan penahanan harga BBM nonsubsidi ini bermula dari pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa (31/3). Ia menegaskan bahwa pemerintah memastikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, tidak mengalami kenaikan.

Keputusan tersebut diambil setelah koordinasi bersama Kementerian ESDM dan PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah juga memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik atau khawatir terhadap isu kenaikan harga.

Namun demikian, penahanan harga BBM nonsubsidi ini menyebabkan adanya selisih antara harga jual dengan harga pembelian minyak di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Pertamina untuk sementara menanggung selisih harga BBM nonsubsidi tersebut selama belum dilakukan penyesuaian di tengah tren kenaikan harga minyak global.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
11 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x