x

FIFA Minta Penjelasan Shaun Evans Usai Gestur Kontroversial di Piala Dunia 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Jun 2026 15:06 24 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Piala Dunia 2026 menghadirkan kontroversi besar pertamanya yang melibatkan perangkat pertandingan. Wasit asal Australia, Shaun Evans, menjadi sorotan setelah sebuah gestur yang terekam kamera memicu perdebatan luas di media sosial.

Insiden tersebut terjadi sesaat sebelum pertandingan pembuka antara Jerman dan Curacao dimulai. Siaran resmi turnamen saat itu menampilkan ruang Video Assistant Referee (VAR) di Dallas untuk memperkenalkan para petugas yang bertugas dalam laga tersebut.

Dalam tayangan itu, Evans terlihat membuat gerakan dengan tangannya di area paha. Ia membentuk lingkaran menggunakan ibu jari dan telunjuk, sementara tiga jari lainnya terbuka dan lengannya berada dalam posisi santai.

Potongan gambar dari tayangan tersebut kemudian beredar luas di platform X. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan makna gestur yang diperlihatkan Evans di depan kamera.

Perdebatan muncul karena gestur tersebut memiliki beberapa interpretasi berbeda. Di satu sisi, gerakan itu dikenal luas sebagai simbol “OK” yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun di sisi lain, bentuk yang sama juga pernah dikaitkan dengan simbol “White Power” yang digunakan oleh kelompok ekstrem kanan. Tiga jari yang terbuka dianggap membentuk huruf W, sedangkan lingkaran dari ibu jari dan telunjuk diinterpretasikan sebagai huruf P.

Selain itu, gestur tersebut juga dikenal dalam permainan populer yang disebut “Circle Game”. Dalam permainan itu, seseorang membentuk lingkaran dengan jari dan berusaha membuat orang lain melihat ke arah lingkaran tersebut.

Kontroversi semakin berkembang karena simbol serupa pernah muncul dalam kasus yang terkait dengan ekstremisme di kawasan Oseania. Dalam artikel disebutkan bahwa pelaku serangan teror di Christchurch pada 2019 pernah memperlihatkan gestur tersebut saat proses persidangan.

FIFA dikabarkan telah mencatat insiden yang melibatkan Evans. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari badan sepak bola dunia tersebut.

Evans juga belum memberikan komentar terkait polemik yang berkembang. Namun sejumlah organisasi anti-diskriminasi mulai memberikan tanggapan atas insiden tersebut.

Jaringan anti-diskriminasi Fare mendesak agar kasus itu ditindaklanjuti secara serius. Organisasi tersebut menilai gestur yang diperlihatkan Evans memiliki kemiripan dengan simbol yang digunakan kelompok ekstrem kanan.

“Menurut penilaian para ahli kami, gestur yang digunakan jelas menyerupai tanda ‘OK’ yang dibalik, yang digunakan di kalangan ekstremis kanan di seluruh dunia sebagai simbol ‘White Power’,” demikian bunyi pernyataan Fare.

Fare juga mempertanyakan alasan seorang petugas VAR memperlihatkan simbol tersebut saat mengetahui kamera sedang menyorot dirinya.

Organisasi itu menyatakan, “Mengapa seorang petugas VAR menggunakan simbol ini dalam turnamen sepak bola internasional, tepat pada saat ia tahu bahwa kamera sedang mengarah padanya? Hal ini hanya dapat berarti bahwa ia sengaja menunjukkan simbol neonazi sayap kanan ekstrem.”

Di sisi lain, Anti-Defamation League mengingatkan bahwa simbol tersebut memiliki berbagai kemungkinan makna. Organisasi itu menegaskan perlunya kehati-hatian sebelum menyimpulkan maksud seseorang, serta mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menilai niat di balik penggunaan gestur tersebut.

Sementara itu, menurut laporan BBC, FIFA telah meminta Shaun Evans memberikan penjelasan terkait insiden yang kini menjadi salah satu sorotan utama pada awal Piala Dunia 2026.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
3 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor