x

Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu Akui Negosiasi Berjalan Kompleks

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Apr 2026 09:00 31 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping masih tertahan di Selat Hormuz akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kementerian Luar Negeri menyatakan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kapal dapat melintas dengan aman.

Kapal yang terdampak adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya hingga kini belum bisa keluar dari jalur strategis tersebut karena situasi keamanan yang belum kondusif.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan pemerintah terus berupaya mencari solusi. Upaya tersebut dilakukan bersama tim dari Pertamina untuk mengurus perizinan pelayaran.

Ia mengakui proses yang dijalankan tidak berjalan mudah. Kondisi geopolitik di kawasan menjadi tantangan utama dalam negosiasi yang sedang berlangsung.

“Permasalahannya menjadi semakin kompleks dengan situasi internal yang terjadi di Iran sendiri,” kata Sugiono dalam diskusi di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Sugiono menyebut kebijakan dari otoritas Iran tidak selalu berjalan linier di lapangan. Hal ini membuat implementasi keputusan menjadi tidak sederhana.

“Karena kadang-kadang apa yang menjadi policy dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangannya. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa,” ujarnya.

Selain persoalan internal Iran, dinamika lain juga turut mempengaruhi situasi. Salah satunya adalah keberadaan blokade di kawasan Selat Hormuz.

Sugiono menyinggung adanya kapal Amerika Serikat yang melakukan blokade. Kondisi tersebut menambah kompleksitas jalur pelayaran di wilayah tersebut.

Ia juga mengungkapkan adanya sejumlah persyaratan tambahan bagi kapal yang ingin melintas. Syarat-syarat tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan.

“Kemudian tentu saja ada perkembangan lagi tentang blokade Hormuz. Kemudian juga ada beberapa perkembangan terkait dengan syarat-syarat dari kapal boleh lewat dan sebagainya dan sebagainya, yang itu masih menjadi hal-hal yang kita negosiasikan dan kita bicarakan,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut. Koordinasi lintas pihak dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal dan awaknya tetap terjaga.

Kemlu menegaskan proses negosiasi akan terus dilanjutkan hingga ditemukan solusi. Prioritas utama adalah memastikan kapal Indonesia dapat melintas dengan aman di jalur strategis tersebut.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

21 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x