TODAYNEWS.ID – Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus menanggapi pernyataan Ketua DPP PSI, Bestari Barus yang menyatakan bahwa PDIP terlalu sibuk mengomentasi aktivitas Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Ia mengatakan bahwa PSI tidak pernah menyuarakan kepentingan rakyat dan mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat.
“Perasaan enggak pernah kedengaran tuh suara PSI (kritisi isu rakyat), sibuk nyeret-nyeret PDI Perjuangan saja,” katanya kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).
Ia menegaskan bahwa PSI selalu bermain gimmick. Menurutnya, gimmick PSI sangat membosankan di mata rakyat.
“Rakyat sudah bosan dengan gimmick PSI,” ujarnya.
Ia memandang, PSI hanya kerap membuat pernyataan kontroversi ketimbang menyuarakan kepentingan rakyat.
“Sudahlah rakyat juga tahu mereka cuma bikin sensasi buat pansos elektoral,” katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus menyoroti anggota DPR RI dari PDIP yang selalu memberikan komentar terhadap Jokowi.
Saat ini Presiden ke-7 RI itu sedang melakukan safari politik ke sejumlah daerah untuk memperkuat akar rumput PSI jelang pemilihan umum (Pemilu) 2029.
“Iya, harap maklum saja. Saya juga heran gitu. Kenapa para anggota DPR RI PDIP ini lebih senang mengomentari PSI dan Pak Jokowi ketimbang bekerja untuk rakyat, gitu,” katanya dikutip Minggu (5/7/2026).
Ia menyebutkan ada beberapa anggota DPR RI asal PDIP yang kerap mengomentari kegiatan Jokowi di antarannya Andreas Hugo Pareira dan Deddy Sitorus.
“Dan berapa anggota dewan tuh Hugua, Deddy Sitorus. Apa di PDIP tuh enggak ada kerjaan lain apa ya?” tanya Bestari.
Ia juga merasa heran dengan sikap PDIP. Padahal, partai berlambang banteng moncong putih telah mengeluarkan Jokowi dari partai.
“Selain menanggap-nanggapi yang katanya mereka sudah keluarkan dari PDIP, sudah enggak peduli tapi bohong, gitu,” ujarnya.
“Dan masyarakat umum melihatnya sebagai ya, lawak-lawak saja ini partai PDI Perjuangan ini, makin ke sini makin jadi tukang lawak, gitu,” sambungnya.
Ia menambahkan, tidak mau ambil pusing soal sikap PDIP terhadap Jokowi. Menurutnya, komentar dari PDIP untuk meramaikan panggung politik Tanah Air.
“Ya, seperti itu ya dimaklumi sajalah buat meramai-ramaikan mereka supaya kelihatan ada omongan kan, gitu. Kita sih sudah enggak berharap mereka mengomentari. Iya toh? Ya yang disampaikan juga aneh,” pungkasnya.