x

PTPN III Didorong Manfaatkan Lahan Kering Jabar untuk Bioetanol Sorgum

waktu baca 3 menit
Selasa, 7 Jul 2026 09:28 30 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata, mendorong PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN III) beserta subholding-nya untuk melirik sorgum sebagai bahan baku alternatif bioetanol.

Menurutnya komoditas ini dinilai berpotensi kuat mendukung hilirisasi pangan dan energi, sekaligus mengoptimalkan lahan-lahan kering yang belum produktif di Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Ida dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PTPN III beserta jajaran subholding pada Senin (6/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Ida juga menyoroti strategi PTPN III yang mendapat penugasan pemerintah untuk mendukung swasembada pangan dan ketahanan energi melalui tiga pilar, yakni intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi.

Ia memandang, pelaksanaan hilirisasi perlu memperhitungkan keuntungan jangka pendek maupun skema investasi agar program yang dijalankan tetap berkelanjutan.

“Perlu dihitung juga keuntungan jangka pendeknya, termasuk investasi itu dilakukan oleh siapa,” katanya.

Ia juga menyoroti rencana hilirisasi berbagai komoditas yang dikembangkan PTPN III, seperti sawit, tebu, singkong, dan jagung untuk mendukung industri pangan serta bioetanol.

Ida mengingatkan bahwa pengembangan bioetanol berbasis tebu harus memperhatikan kondisi petani di lapangan.

Menurutnya, pembangunan pabrik gula yang tengah didorong pemerintah perlu diiringi dengan kepastian pasar bagi hasil panen petani.

“Sementara petani masih menghadapi persoalan hasil tebunya harus dijual kemana,” ujarnya.

Selain tebu, singkong, dan jagung, Ida mengusulkan agar PTPN III mulai mempertimbangkan sorgum sebagai alternatif bahan baku bioetanol.

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di daerah pemilihannya di Jawa Barat memiliki karakteristik lahan yang sesuai untuk pengembangan tanaman tersebut.

Menurut Ida, lahan dengan ketinggian di bawah 400 meter di atas permukaan laut, beriklim panas, dan cenderung kering sangat cocok untuk budidaya sorgum.

“Kalau di daerah Kabupaten Pangandaran sangat cocok karena lahannya panas dan kering,” katanya.

Ida mengatakan usulan tersebut juga didasarkan pada hasil riset akademik yang dilakukan salah seorang profesor dari perguruan tinggi yang menjadi mitra penelitiannya.

Ia menjelaskan bahwa limbah hasil produksi bioetanol dari sorgum masih memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik maupun biomassa untuk kebutuhan co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Limbah bioetanol dari sorgum dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik, sedangkan residunya bisa digunakan sebagai biomassa untuk co-firing batubara di PLTU,” jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan sorgum tidak hanya menghasilkan energi terbarukan, tetapi juga memberikan manfaat tambahan melalui pemanfaatan limbah hasil pengolahan.

Menutup pernyataannya, Ida berharap PTPN III beserta subholding tidak hanya berfokus pada singkong dan jagung sebagai bahan baku bioetanol, tetapi juga membuka peluang pengembangan sorgum sebagai komoditas baru.

“Diversifikasi bahan baku akan memperluas sumber energi terbarukan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif,” ujarnya.

Ida juga menyampaikan bahwa aspirasi tersebut berasal dari masyarakat di daerah pemilihannya yang meliputi Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
4 hours ago
21 hours ago
1 day ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor