x

BGN Jelaskan Pengadaan Motor Listrik MBG, Fokus Dukung Distribusi ke Daerah Sulit Akses

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Apr 2026 12:24 19 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menjelaskan pengadaan puluhan ribu motor listrik berlogo MBG yang sempat viral di media sosial. Kendaraan tersebut diproyeksikan untuk mendukung distribusi makanan bergizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah dengan akses terbatas.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyebut motor listrik akan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Distribusi mencakup wilayah terpencil hingga kawasan perkotaan dengan akses jalan sempit.

“Untuk seluruh daerah, terutama daerah-daerah terpencil. Ini juga termasuk Jakarta sendiri juga sekolah yang masuk ke dalam gang,” ujar Sony, mengutip dari Youtube Kemenkopmri, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kendala distribusi tidak hanya terjadi di pedesaan. Di kota besar seperti Jakarta, banyak sekolah yang berada di gang sempit sehingga sulit dijangkau kendaraan roda empat.

“Ketika diperlukan koordinasi cepat, mobil tidak bisa masuk ke dalam gang. Sepeda motor lebih cepat menjangkau,” kata Sony.

Menurutnya, penggunaan motor listrik menjadi solusi untuk mempercepat distribusi makanan bergizi. Hal ini juga mendukung efektivitas operasional program MBG di lapangan.

Sony menegaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut telah mengikuti prosedur resmi. Proses dilakukan sesuai aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Apabila ada penyimpangan tentu itu menjadi ranah penegak hukum. Namun kami yakin pengadaan itu telah melalui proses pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan pengadaan motor listrik telah direncanakan dalam anggaran 2025. Realisasi pengadaan dilakukan pada 2026.

Hingga 20 Maret 2026, penyedia telah menyelesaikan sebagian besar pesanan. Sebanyak 21.801 unit atau 85,01 persen dari total 25.644 unit telah rampung.

Dadan juga membantah kabar yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit. Ia menegaskan angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi.

Motor listrik yang digunakan merupakan produk dalam negeri. Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) disebut mencapai 48,5 persen.

Produksi kendaraan tersebut dilakukan di kawasan Citeureup. Hal ini sekaligus mendukung industri nasional.

Motor listrik tersebut diperuntukkan bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fungsinya untuk menunjang mobilitas operasional harian program MBG.

Dari sisi biaya, harga pengadaan satu unit motor listrik sekitar Rp42 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp52 juta.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
4 hours ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x