x

Bahlil Klaim Tawarkan ASEAN Bangun Pusat Cadangan Minyak di Indonesia

waktu baca 3 menit
Senin, 11 Mei 2026 16:26 17 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menawarkan negara-negara ASEAN untuk bekerja sama membangun pusat penyimpanan cadangan minyak bagi kawasan Asia Tenggara. Indonesia disebut menjadi salah satu lokasi yang diusulkan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Bahlil mengatakan usulan itu muncul dalam pembahasan bersama sejumlah negara ASEAN. Menurut dia, fasilitas penyimpanan minyak tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan energi kawasan.

“Kita kemarin merumuskan dua hal. Kita bikin ada hub untuk storage cadangan minyak untuk Asean. Namun, juga kita melakukan kerja sama dengan Malaysia, Brunei, Filipina dan Indonesia,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan Indonesia menawarkan diri sebagai lokasi pembangunan pusat cadangan minyak tersebut. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

“Nah, ini adalah ide yang bagus, kita membangun storage di mana saja, tetapi kemarin saya tawarkan untuk Indonesia. Kita membangun cadangan yang cukup besar yang pada akhirnya kemudian ini menyuplai ke negara-negara di Asia Tenggara,” tegasnya.

Menurut Bahlil, gagasan tersebut sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia membangun fasilitas penyimpanan untuk cadangan penyangga energi atau CPE. Pemerintah saat ini tengah menjalankan studi kelayakan terkait proyek tersebut.

Bahlil menyebut salah satu fasilitas penyimpanan minyak nasional direncanakan dibangun di Pulau Sumatra. Kawasan itu nantinya juga akan dikembangkan sebagai kawasan ekonomi khusus.

“Akan tetapi, kan tanpa ide itu pun kita di Indonesia kan sudah membangun storage itu. Sekarang FS-nya lagi berjalan kan. Ide-ide yang dilakukan oleh Asean itu adalah sebuah ide baik,” ungkap Bahlil.

“Kiita rencana akan bangun kawasan itu di Sumatra. Kita akan bikin kawasan ekonomi khusus yang pada akhirnya kemudian itu menjadi cadangan penyangga nasional kita,” lanjutnya.

Sebelumnya, Bahlil juga sempat mengungkapkan rencana penambahan stok bahan bakar minyak nasional melalui fasilitas penyimpanan di Karimun, Kepulauan Riau. Penambahan kapasitas itu disebut akan meningkatkan ketahanan stok energi nasional.

Menurut dia, stok operasional BBM Indonesia saat ini berada pada kisaran 21 hingga 25 hari. Dengan tambahan pasokan dari storage Karimun, stok nasional diklaim dapat bertahan hingga sekitar satu bulan.

“Sekarang alhamdulillah penyangga energi kita, tadi kan di awal saya katakan 21 sampai dengan 25 hari. Sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun dan ini yang kita lagi dikomunikasikan sehingga bisa kita mencapai 1 bulan,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).

Pemerintah juga menargetkan pembangunan fasilitas storage minyak mentah baru dapat segera dimulai dalam waktu dekat. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.

“[Hal] yang lebih-lebihnya kita lagi melakukan pembangunan. Bulan Mei insyaallah doain kita sudah mulai melakukan pembangunan,” tegas Bahlil.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x