x

Danantara dan Pemda Teken MoU Percepat Pembangunan PSEL di Enam Lokasi

waktu baca 3 menit
Senin, 11 Mei 2026 16:15 21 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PT Danantara Investment Management menandatangani kesepakatan (MoU) dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik (PSEL) di enam lokasi.

“Baru saja telah ditandatangani MoU antara Danantara dengan pemda untuk percepatan pembangunan PSEL di enam lokasi, yaitu Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Kabupaten Bekasi,” kata Zulkifli Hasan di Graha Mandiri, Jakarta, Senin.

Ia menegaskan penandatanganan tersebut menjadi bukti komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Danantara dalam mempercepat penyelesaian persoalan sampah di kawasan perkotaan.

Menurut dia, pembangunan PSEL diprioritaskan untuk daerah dengan status darurat sampah, terutama wilayah yang memiliki timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.

Zulhas menjelaskan pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota dengan kondisi sampah darurat.

“Ditargetkan hampir 25 lokasi dengan 62 kabupaten/kota yang di atas 1.000 ton. Nanti di bawah 1.000 kita selesaikan bergantian, tapi target yang darurat dulu,” ujarnya.

Ia mengatakan penanganan sampah harus segera dilakukan karena timbunan yang terus meningkat telah memicu pencemaran tanah, air, dan udara, sekaligus mengancam kesehatan masyarakat.

Bahkan, menurut Zulhas, sebagian timbunan sampah di sejumlah daerah telah mencapai ketinggian setara 14 hingga 15 lantai sehingga membutuhkan penanganan cepat.

Karena itu, pembangunan PSEL dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengubah sampah menjadi energi bersih berupa listrik.

“Yang harus dipercepat menjadi energi bersih, listrik. Tanpa bau dan tanpa racun,” ucapnya.

Zulhas mengatakan pemerintah menargetkan penyelesaian proyek PSEL darurat dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

Ia menyebut separuh proyek ditargetkan selesai pada 2027, sedangkan sisanya diharapkan rampung pada Mei 2028.

“Dalam tiga tahun ke depan, separuh akan selesai 2027, separuh lagi Mei 2028,” ujar Zulhas.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan pemerintah menargetkan penyelesaian puluhan proyek PSEL hingga 2028.

“Ini merupakan proyek pengolahan sampah yang akan secara fundraising mencapai 5 miliar dolar AS (sekitar Rp87 triliun), jadi ini bukan nilai yang kecil,” ungkap Pandu.

Ia menambahkan percepatan pembangunan PSEL membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, mengingat persoalan sampah kini telah menjadi krisis di berbagai wilayah.

Menurut dia, Danantara terus memantau perkembangan proyek PSEL bersama pemerintah guna memastikan target penyelesaian berjalan sesuai arahan.

“Waktu kita sangat kecil, jadi semua harus bekerja sama, semua bergerak cepat,” ujar Pandu.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai dasar percepatan penanganan sampah melalui pembangunan PSEL.

Danantara juga telah memulai proses lelang proyek PSEL sejak November 2025 dan menetapkan pemenang untuk tiga lokasi, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya pada awal Maret 2026.

Dokumen perjanjian kerja sama untuk tiga wilayah tersebut ditandatangani pada 21 April 2026. Setelah itu, penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Danantara kembali dilakukan pada 4 Mei 2026.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x