x

Kemenhub Siapkan Uji Kelaiklautan 2.140 Kapal Jelang Nataru 2026/2027

Laporan: Azis Arriadh

waktu baca 3 menit
Sabtu, 31 Okt 2026 18:48 39

TODAYNEWS.ID – Sebanyak 2.140 kapal masuk dalam rencana pemeriksaan kelaiklautan Kementerian Perhubungan menjelang Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, persiapan juga mencakup optimalisasi armada dan trayek, program stimulus diskon tarif, rencana tiket gratis, serta penguatan keselamatan dan layanan pelabuhan.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Samsuddin, menekankan pentingnya memastikan kesiapan kapal sebelum melayani perjalanan masyarakat selama Nataru. Kepatuhan terhadap persyaratan keselamatan menjadi perhatian utama agar operasional kapal berjalan aman.

“Dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, keselamatan pelayaran menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Melalui uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal, kami memastikan aspek keselamatan kapal, pengawakan, pemuatan, serta perlengkapan keselamatan menjadi perhatian utama sebelum kapal beroperasi,” ujar Samsuddin.

Uji Kelaiklautan 2.140 Kapal

Pemeriksaan kapal dijadwalkan berlangsung sepanjang 1–30 November 2026, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2026. Berdasarkan data Rencana Operasi per 30 Oktober 2026, jumlah kapal yang direncanakan menjalani pemeriksaan mencapai 2.140 unit.

“Kapal yang menjadi sasaran pemeriksaan terdiri atas 511 kapal penumpang, 63 kapal Ro-Ro jarak jauh, 460 kapal Ro-Ro penyeberangan, 162 kapal tradisional, 821 kapal wisata, dan 123 kapal cepat atau High Speed Craft (HSC),” jelas Samsuddin.

Menurut Samsuddin, pemeriksaan tidak hanya menyangkut keselamatan kapal, tetapi juga pencegahan pencemaran, pengawakan, garis muat dan pemuatan, hingga kesejahteraan awak serta kesehatan penumpang. Status hukum kapal dan penerapan manajemen keselamatan maupun keamanan turut diperiksa.

Untuk mencegah kecelakaan, pemeriksaan juga mencakup kesiapan alat keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, dan jalur evakuasi. Pengendalian kapasitas penumpang serta kesiapan kapal menghadapi cuaca buruk menjadi perhatian dalam proses tersebut.

Khusus kapal wisata, pemeriksaan langsung direncanakan berlangsung sebelum kapal beroperasi sebagai bagian dari persyaratan pengajuan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Kapasitas penumpang wajib disesuaikan dengan hasil pemeriksaan di lapangan.

Penguatan Pelayanan dan Kesiapan Pelabuhan

Persiapan layanan pelabuhan dilakukan melalui penerapan pedoman standar pelayanan terminal penumpang. Fasilitas yang menjadi perhatian meliputi area tiket dan check-in, layanan informasi dan pengaduan, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, toilet termasuk toilet difabel, ruang menyusui, serta fasilitas pendukung lainnya.

Penerapan tiket elektronik atau e-ticketing pada kapal penumpang juga diharapkan membantu menata pelayanan. Kebijakan ini mendukung proses pemeriksaan tiket sekaligus pengendalian alur penumpang di pelabuhan.

Sementara itu, kesiapan armada dan prasarana penyeberangan menjadi perhatian dari sisi operasional, terutama pada lintasan yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi.

“Untuk lintasan Jawa–Bali, rencana operasi juga mengkaji rute alternatif guna membantu mengurai kepadatan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. Beberapa opsi yang dibahas meliputi Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, serta Jangkar–Padang Bai,” tambah Samsuddin.

Samsuddin menjelaskan, pengoperasian rute alternatif masih perlu mempertimbangkan kesiapan dermaga, kapal, dan dukungan operasional. Pelaksanaannya juga bergantung pada hasil koordinasi serta penetapan lebih lanjut.

Dengan rangkaian persiapan tersebut, Ditjen Perhubungan Laut berharap layanan angkutan laut selama Nataru 2026/2027 dapat berjalan lebih baik, aman, tertib, dan lancar.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA