Laporan: Akbar Budi Prasetia
Ilustrasi bendera Israel. Foto: Dibuat oleh Gemini AI TODAYNEWS.ID – Anggota Parlemen Lebanon, Abdul Rahman Bizri, menilai hasil pemilihan legislatif Israel tidak akan mengubah karakter ekspansionis rezim Tel Aviv, termasuk kebijakannya mempertahankan pendudukan di wilayah Lebanon.
Bizri mengatakan, siapa pun yang nantinya membentuk pemerintahan Israel akan tetap menjalankan pendekatan politik yang sama terhadap wilayah pendudukan.
“Saya yakin hasil pemilu Israel tidak mungkin mengubah karakteristik ekspansionis rezim tersebut dan upayanya untuk mempertahankan pendudukan di tanah Lebanon,” kata Bizri, mengutip Press TV, Jumat (30/10/2026).
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan kekuatan politik yang terbentuk setelah pemilu tidak akan memengaruhi kebijakan Israel terhadap Lebanon.
“Kabinet mana pun yang dibentuk akan memiliki pendekatan yang sama (terhadap Lebanon),” ujarnya.
Hasil Pemilu Israel
Komite Pemilu Pusat Israel (CEC) pada Jumat (30/10/2026) resmi mengumumkan hasil akhir pemilu legislatif yang digelar pada 27 Oktober lalu.
Hasil pengumuman menunjukkan pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berhasil meraih suara terbanyak dibandingkan kubu oposisi, meskipun belum mencapai mayoritas mutlak untuk langsung membentuk pemerintahan.
Pengumuman final tersebut diterbitkan setelah CEC menyelesaikan seluruh proses verifikasi, termasuk penanganan kejadian dugaan kekeliruan serta pengaduan selama proses pemungutan suara. Melansir AFP dan Times of Israel, hasil resmi ini diumumkan pada hari Jumat pagi waktu setempat.
Tingkat partisipasi pemilih pada pemilu kali ini terbilang sangat tinggi,yaitu mencapai 77,9 persen dari sekitar 7,3 juta warga pemilik hak pilih—salah satu angka partisipasi tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.716.655 suara sah telah dihitung.
Peta Perolehan Kursi Knesset
Dari total 120 kursi parlemen (Knesset) yang diperebutkan, Koalisi Sayap Kanan (Netanyahu) berhasil Mengamankan 53 kursi, sementara Partai Likud yang dipimpin Netanyahu menjadi partai terbesar dengan perolehan 27 kursi.
Selanjutnya pada Kubu Oposisi yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot (Ketua Partai Yashar), hanya mengantongi 48 kursi.
Dengan peta kekuatan tersebut, baik kubu Netanyahu maupun oposisi sama-sama belum memenuhi ambang batas minimum 61 kursi yang disyaratkan untuk menguasai parlemen dan membentuk kabinet pemerintahan baru.
Editor: Azis Arriadh