x

IHSG Ditutup Melemah 0,80 Persen ke Level 5.057 Jelang Akhir Pekan

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 22:18 39

TODAYNEWS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (30/10/2026). IHSG ditutup melemah 0,80 persen atau 40,99 poin ke level 5.057,05 dari posisi sebelumnya 5.098,05.

Berdasarkan data RTI Business, tekanan jual mendominasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 523 saham mengalami koreksi, sementara 187 saham menguat dan 81 saham stagnan.

Sepanjang perdagangan, investor memperdagangkan 37,62 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 1,18 juta kali. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp11,65 triliun.

Pelemahan IHSG turut diikuti pergerakan sejumlah indeks saham domestik yang cenderung variatif. Indeks LQ45 turun 0,02 persen ke level 515,17, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,77 persen menjadi 289,23.

Di sisi lain, IDX30 berhasil menguat 0,16 persen ke level 289,80. Indeks Sri-Kehati juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,82 persen menjadi 271,08.

Tekanan paling dalam terjadi pada sektor bahan baku yang terkoreksi 4,53 persen. Sektor infrastruktur menyusul dengan pelemahan sebesar 4,24 persen.

Sejumlah sektor lainnya juga berakhir di zona merah. Sektor industrial turun 1,49 persen, properti melemah 1,43 persen, dan energi terkoreksi 0,91 persen.

Pelemahan berlanjut pada sektor transportasi sebesar 0,70 persen dan non-siklikal 0,60 persen. Sementara itu, sektor teknologi turun 0,48 persen dan siklikal melemah 0,41 persen.

Di tengah tekanan mayoritas sektor, hanya sektor kesehatan dan keuangan yang mampu mencatatkan penguatan. Keduanya masing-masing naik 0,76 persen dan 0,16 persen.

Dari jajaran saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, terdapat PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sebaliknya, sejumlah saham masuk daftar top losers. Di antaranya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Sementara itu, aktivitas perdagangan berdasarkan frekuensi transaksi paling banyak terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Posisi berikutnya ditempati PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

 

Editor: Aziz Arriadh

Tag Terkait

Pilkada & Pilpres

LAINNYA