Laporan: Akbar Budi Prasetia
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026). Foto: BPMI Setpres TODAYNEWS.ID – Pengamat kebijakan, Fernando Emas memberikan tanggapan terkait insentif sebesar Rp1 triliun bagi pemerintah daerah (pemda) yang menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan, pemerintah pusat khususnya Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memiliki kreativitas dalam menjalankan program prioritas presiden.
“Lomba mensukseskan program MBG yang menawarkan total hadiah Rp 1 Triliun menunjukkan bahwa bahwa pemerintah terutama Kepala Badan Gizi Nasional (MBG) kekurangan akal untuk memaksimalkan pelaksanaan program prioritas tersebut,” katanya kepada TODAYNEWS, Jumat (30/10/2026).
“Apalagi sampai harus mengeluarkan biaya ekstra yang nilainya sampai begitu besar,” tambahnya.
Ia pun menyoroti kinerja dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. Seharusnya, kata dia, Kepala BGN memiliki kemampuan untuk mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan program secara maksimal.
“Menunjukkan bahwa kepala BGN tidak memiliki gagasan yang cerdas untuk mendorong SPPG bekerja secara maksimal untuk bisa dirasakan secara maksimal oleh penerima program MBG,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah pusat akan memberikan insentif sebesar Rp1 triliun kepada pemerintah daerah (pemda) yang paling mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (29/10/2026).
“Tahun ini ada insentif fiskal yang kita pertandingkan, sebanyak Rp1 triliun, dalam tiga gelombang 6 region,” katanya.
Ia mengatakan bahwa tahun depan juga akan ada pertandingan bagi pemda yang paling menyukseskan program MBG.
Kepala daerahnya, kata Tito, juga akan diberikan penghargaan karena berhasil menyukseskan program MBG.
“Nah tahun depan kita akan juga pertandingkan. Salah satunay adalah kepala daerah yang paling mendukung program MBG atau kreatif dan lain-lain menyukseskan program makanan bergizi gratis ini, tentu akan diberikan penghargaan,” katanya.
Mantan Kapolri itu menekan bahwa pemerintah telah menyetujui anggaran bagi pemda yang berhasil menyukseskan program pemerintahan Prabowo Subianto itu.
“Menurut Tito, pemerintah sudah menyetujui penyiapan anggaran untuk pemberian insentif fiskal tersebut,” imbuhnya.
“Nantinya, penghargaan tertinggi bagi daerah yang berhasil meraih peringkat pertama sebesar Rp3 miliar,” pungkasnya.
“Itu Rp 3 miliar, nomor satu. Nomer dua, Rp 2 miliar. Nomor tiga, Rp 1 miliar. Kemarin saya rapat dengan Menteri Keuangan, Menteri Keuangan commit sudah untuk menyiapkan anggaran-anggaran tersebut,” ujar Tito.
Editor: Azis Arriadh