x

Pastikan Layanan Optimal, Komdigi Perketat Pengawasan Infrastruktur Telepon dan Jaringan

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 12:16 49

TODAYNEWS.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyoroti masih adanya infrastruktur telekomunikasi yang belum berfungsi optimal. Padahal, cakupan jaringan telekomunikasi di Indonesia telah mendekati 99 persen.

Nezar mengatakan, tingginya cakupan jaringan belum sepenuhnya menjamin masyarakat mendapatkan layanan konektivitas yang berkualitas. Masih ditemukan menara telekomunikasi yang tidak berfungsi hingga gangguan jaringan di sejumlah wilayah.

Hal itu disampaikan Nezar saat berdiskusi dengan pegawai di Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).

“Kalau kita lihat secara kuantitatif, memang sudah tergelar, tetapi belum berfungsi optimal. Masih ada kesenjangan infrastruktur yang harus kita atasi,” ujar Nezar.

Dia menegaskan, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital (Balmon SFRID) memiliki peran strategis dalam memastikan infrastruktur telekomunikasi berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan Balmon SFRID tidak boleh hanya berfokus pada penggunaan spektrum frekuensi radio. Kondisi dan kualitas infrastruktur digital di lapangan juga harus menjadi perhatian.

“Pengawasannya bukan hanya frekuensi dan spektrum, tetapi juga infrastruktur digital,” katanya.

Nezar menjelaskan, pembangunan infrastruktur digital harus berorientasi pada konektivitas bermakna atau meaningful connectivity. Artinya, keberadaan jaringan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target pembangunan.

Konektivitas tersebut diharapkan mampu menunjang berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, komunikasi sosial, layanan keuangan hingga kesehatan.

Selain penguatan infrastruktur, Nezar menilai pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital juga menjadi hal penting dalam mempercepat transformasi digital nasional.

Kemkomdigi menargetkan pemenuhan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030. Kebutuhan tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat memanfaatkan konektivitas untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030 untuk memanfaatkan konektivitas bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, layanan keuangan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya,” pungkasnya.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA