x

Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Nataru, Stok Beras 4,5 Juta Ton

Laporan: Dhanis Iswara

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Okt 2026 08:56 41

TODAYNEWS.ID – Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi dampak fenomena El Niño terhadap produksi pangan nasional.

Upaya yang dilakukan meliputi penguatan cadangan pangan pemerintah, operasi pasar, kelancaran distribusi antardaerah, serta pemantauan harga komoditas pangan. Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi peningkatan permintaan menjelang akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, mengatakan, stabilitas harga pangan menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, kita harus bersiap dari jauh-jauh hari agar punya cukup waktu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Kita perkuat cadangan pangan pemerintah, siapkan persediaan logistik dan distribusi sebaik-baiknya,” kata Zulkifli, mengutip Kamis (29/10/2026).

Sementara itu, Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri pada minggu ketiga Oktober 2026,

sejumlah komoditas pangan masih mengalami kenaikan harga di berbagai daerah, terutama terjadi pada cabai merah dan cabai rawit

Adapun kondisi tersebut dipengaruhi karena gagal panen di sejumlah sentra produksi akibat cuaca ekstrem dan kemarau panjang.

Untuk mengendalikan harga, pemerintah memfasilitasi perdagangan antardaerah agar pasokan pangan dari wilayah yang mengalami surplus dapat disalurkan ke daerah yang membutuhkan.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan barang sekaligus mengurangi tekanan harga di daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton.

Menurut Amran, ketersediaan beras menjelang Nataru juga ditopang oleh produksi dalam negeri yang masih berlangsung. Pemerintah memastikan cadangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjaga pasokan dan mendukung stabilisasi harga apabila diperlukan.

Di tengah ancaman El Niño, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga produktivitas pertanian.

Upaya tersebut mencakup optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, serta penggunaan benih yang tahan terhadap kondisi kekeringan.

Pemerintah juga akan memanfaatkan cadangan beras untuk intervensi pasar guna menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.

Amran mengatakan, langkah antisipasi telah disiapkan untuk mengurangi dampak El Niño terhadap produksi pangan nasional.

“Jadi, El Niño tidak perlu mengkhawatirkan karena kita sudah mengantisipasi sebelumnya. Dengan pompanisasi, oplah, irigasi kita perbaiki, kemudian benih tahan kekeringan,” pungkas Amran.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA