Laporan: Afrizal Ilmi
Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena. (Dok. Persita) TODAYNEWS.ID – Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menyambut positif penyelenggaraan League Cup 2026/2027 yang dinilai dapat membuka kesempatan lebih besar bagi pemain lokal untuk mendapatkan menit bermain. Turnamen pendamping BRI Super League tersebut juga menjadi peluang bagi Persita untuk menguji kedalaman skuad di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Pena menilai kompetisi ini memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Terlebih, turnamen tersebut melibatkan 38 klub yang terdiri dari 18 peserta kasta tertinggi dan 20 klub Pegadaian Championship.
“Saya sangat menyukai gagasan diadakannya kompetisi ini. Meski setiap tim hanya dipastikan akan memainkan dua pertandingan, ini menjadi kesempatan yang baik untuk memberikan lebih banyak menit bermain kepada para pemain lokal dalam skuad,” ujar Pena mengutip dari laman resmi Persita, Kamis (29/10/2026).
Pelatih asal Spanyol itu menyoroti ketatnya persaingan di kompetisi liga yang membuat kesempatan tampil bagi pemain lokal tidak selalu mudah didapatkan. Jumlah pertandingan yang terbatas dan keberadaan banyak pemain asing di setiap klub menjadi tantangan tersendiri bagi pemain lokal untuk memperoleh menit bermain.
Bagi Persita, League Cup juga menjadi kesempatan untuk melihat kemampuan pemain yang selama ini belum mendapatkan banyak kesempatan tampil. Tim pelatih dapat memanfaatkan turnamen tersebut untuk mengevaluasi kualitas dan kedalaman skuad sebelum menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya.
Persita tergabung di Zona Barat Grup C bersama Dewa United dan Persiraja Banda Aceh. Pendekar Cisadane dijadwalkan memulai kiprahnya dengan menghadapi Dewa United di Banten International Stadium pada 3 November 2026, sebelum menjamu Persiraja pada 2 Desember mendatang.
Persaingan di fase grup dipastikan menuntut setiap tim tampil maksimal karena hanya juara grup yang berhak melaju ke fase gugur. Dengan jumlah pertandingan yang terbatas, Persita perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengamankan hasil terbaik.
Selain memberikan kesempatan kepada pemain lokal, League Cup menjadi ajang bagi Persita untuk mengukur komposisi skuad. Regulasi turnamen membatasi setiap klub hanya boleh mendaftarkan tiga pemain asing, dengan kesempatan melakukan pergantian pada pertengahan kompetisi.
Pena mengaku belum menentukan tiga pemain asing yang akan dibawa Persita untuk mengikuti turnamen tersebut. Keputusan baru akan diambil setelah pertandingan menghadapi Persik Kediri dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan setiap pemain.
Kebijakan tersebut membuat tim pelatih perlu menyusun komposisi pemain secara cermat agar Persita tetap kompetitif. Pemilihan pemain tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan taktik, tetapi juga kondisi fisik untuk menghadapi jadwal pertandingan yang semakin padat.
Padatnya agenda pertandingan menjadi salah satu perhatian utama Pena dalam mempersiapkan tim. Ia ingin memastikan pengaturan beban bermain berjalan baik agar kebugaran skuad tetap terjaga sepanjang kompetisi.
Persita harus mampu membagi fokus antara League Cup dan BRI Super League yang tetap menjadi bagian penting dari agenda tim. Rotasi pemain dan pengelolaan kondisi fisik menjadi aspek yang perlu diperhatikan untuk meminimalkan risiko cedera.
Dengan demikian, League Cup tidak hanya menjadi kesempatan bagi pemain lokal untuk memperoleh menit bermain, tetapi juga ujian bagi Persita dalam mengelola kedalaman skuad. Pena berharap timnya dapat memanfaatkan turnamen tersebut secara optimal tanpa mengorbankan kesiapan menghadapi kompetisi liga.
Editor: Aziz Arriadh