x

Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Akan Biarkan AS Capai Tujuan Jahatnya

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Okt 2026 10:05 31

TODAYNEWS.ID — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan membiarkan Amerika Serikat (AS) mencapai tujuan untuk mengganggu jalur pasokan dan memicu ketidakpuasan publik di Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian secara daring dalam pertemuan Dewan Perencanaan dan Pembangunan Provinsi Azarbaijan Timur di Tabriz, Kamis (15/10/2026).

“Musuh melakukan segala cara untuk mencegah kami melayani rakyat dan menciptakan ketidakpuasan publik, dengan harapan muncul protes sosial yang memungkinkan mereka mencapai tujuan jahat. Namun, dengan dukungan produsen, eksportir, dan pengusaha, kami tidak akan membiarkan AS mencapai tujuan tersebut,” kata Pezeshkian, melansir IRNA.

Pezeshkian menegaskan, Iran akan tetap teguh dan berupaya memenuhi seluruh kebutuhan nasional melalui berbagai cara yang tersedia bersama masyarakat.

Ia juga mengimbau para pejabat di seluruh daerah untuk bekerja sama menyelesaikan permasalahan lokal secara mandiri tanpa terus bergantung pada pemerintah pusat di Teheran.

Selain itu, Pezeshkian mengapresiasi jajaran Angkatan Bersenjata dan para pembela negara atas ketahanan mereka dalam menghadapi serangan musuh. Menurutnya, mereka telah menorehkan pencapaian besar dan abadi dalam menjaga kedaulatan negara meski di tengah keterbatasan.

Gagalkan Upaya Adu Domba

Pada hari yang sama, saat menghadiri upacara peringatan Hari Perawat di Teheran, Pezeshkian menyebut rakyat Iran berhasil menggagalkan rencana pihak asing yang memanfaatkan isu ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk memecah belah kohesi nasional.

Ia mengungkapkan, pihak-pihak yang bermusuhan sempat memprediksi masyarakat Iran akan runtuh jika diserang, mengingat adanya berbagai ketidakseimbangan domestik.

Menurut Pezeshkian, sejak peristiwa pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan serangkaian krisis yang menyertainya, pihak musuh terus berupaya melemahkan persatuan nasional dengan memicu ketegangan etnis, gender, serta mengeksploitasi perpecahan internal.

Sejumlah tantangan domestik seperti krisis listrik, kelangkaan air, defisit anggaran, dana pensiun, hingga isu lingkungan hidup kerap dimanfaatkan pihak luar untuk menabur perpecahan.

Kendati demikian, Pezeshkian menilai masyarakat Iran mampu bertahan dan membuktikan ketangguhannya dalam menjaga persatuan nasional.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor