Laporan: Akbar Budi Prasetia
Penasihat militer senior Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi. Foto: Mehrnews Agency TODAYNEWS.ID – Penasihat militer senior Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, memperingatkan musuh-musuh Iran yang mencoba mendarat di wilayahnya untuk melakukan invasi.
Dia menegaskan Iran siap menghadapi serangan tersebut dengan kemampuan rudal, pertahanan udara, hingga pertahanan teritorial dengan kekuatan yang mampu menghancurkan musuh.
“Di sektor rudal, pertahanan udara, dan pertahanan teritorial, kita telah mencapai tingkat di mana, nauzubillah, jika mereka bermaksud mendarat di mana pun di Iran, mereka pasti akan dihancurkan,” kata Safavi, seperti dilansir media Iran, Press TV, pada Rabu (23/9/2026).
Safavi yang merupakan mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu juga mengklaim Iran memiliki sedikitnya 10 juta personel Basij yang terlatih.
Menurut dia, personel tersebut dapat dikerahkan untuk mempertahankan wilayah Iran melalui pendekatan terdistribusi dan peperangan asimetris.
“Kita memiliki setidaknya 10 juta personel Basij terlatih, yang dapat mempertahankan seluruh wilayah negara melalui pendekatan terdistribusi, bergaya mosaik, dan peperangan asimetris,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persatuan rakyat Iran merupakan salah satu pilar utama kekuatan dan keamanan nasional Iran.
Pergerakan Kapal AS Terus Dipantau
Safavi juga mengeklaim Iran terus memantau aktivitas militer asing di kawasan, termasuk kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS).
Dia mengatakan kemampuan Iran dalam bidang rudal, drone, dan pertahanan udara mengalami kemajuan signifikan.
“Di ranah maritim, baik di langit di atas Teluk Persia atau bahkan di Samudra Hindia, kami mendeteksi dengan sistem radar kami kapal-kapal angkatan laut AS yang saat ini berada di wilayah tersebut dan menentukan di mana lokasi mereka,” katanya.
Safavi mengatakan Iran memiliki kemampuan untuk menjalankan operasi pertahanan maupun serangan balasan jika menghadapi ancaman.
Dia juga menyebut perang pada akhirnya merupakan pertarungan kemauan antara pihak-pihak yang berkonflik.
“Yang penting adalah apakah ketahanan sosial mereka di Amerika Serikat lebih besar daripada di Iran. Ketahanan sosial Iran jelas lebih besar. Perang adalah pertarungan kemauan,” ujarnya.
“Iran mengetahui tujuannya dan ingin membela diri, kepentingan nasionalnya, dan martabatnya,” tambah Safavi menegaskan.
Iran Tegaskan Syarat Pembukaan Selat Hormuz
Safavi juga menyinggung mengenai situasi di Selat Hormuz yang menurutnya, pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut tidak dapat dilakukan melalui tekanan militer Amerika.
Dia mengatakan Iran dan Oman memiliki peran dalam menentukan mekanisme pembukaan kembali Selat Hormuz.
“Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali melalui tekanan militer AS. Iran dan Oman-lah yang dapat menetapkan mekanisme untuk hal ini. Kami sedang berhubungan dengan pihak Oman, meskipun pemberitaan publik menunjukkan bahwa Amerika Serikat mencegah hal ini,” katanya.
Safavi menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz berkaitan dengan diterima atau tidaknya oleh Washington terhadap persyaratan yang diajukan Iran.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada penerimaan persyaratan Iran oleh AS,” ujarnya.
Iran Ingin Keamanan Teluk Tanpa Kehadiran AS
Lebih lanjut, Safavi mengatakan Iran ingin membangun kerangka keamanan kawasan Teluk Persia bersama negara-negara regional tanpa keterlibatan Amerika Serikat.
“Tujuan kami adalah untuk secara permanen menghilangkan ancaman terhadap rakyat Iran dan, bersama dengan negara-negara di kawasan ini, membangun keamanan yang langgeng dan pembangunan berkelanjutan di Teluk Persia tanpa kehadiran Amerika Serikat,” katanya.
Safavi juga menegaskan Iran tidak berniat melakukan ekspansi wilayah ataupun perubahan rezim di negara-negara Arab.
Dia mengatakan Iran menginginkan pengaturan keamanan bersama di kawasan yang juga dapat mencegah tindakan agresi terhadap negara-negara regional oleh Israel.
Editor: Azis Arriadh