x

Ketua Umum PB PTMSI Peter Layardi Lay Buka Pelatihan Pelatih dan Wasit dari 31 Pengprov

Laporan: Gungde Ariwangsa

waktu baca 4 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 18:51 59

TODAYNEWS.ID – Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) masa bakti 2026 -2030 pimpinan Ketua Umum Peter Layardi Lay belum genap seminggu dilantik dan dikukuhkan oleh Komite  Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat,  sudah langsung menggebrak dengan menggelar Pelatihan  Pelatih dan Wasit Tingkat Nasional, Sabtu (19/9/2026).

Gelaran sebagai rangkaian pelaksanaan Kejuaraan Nasional Tenis Meja itu mendapat sambutan luar biasa dari para pelatih dan wasit seluruh Tanah Air. Peserta pun membludak mengikuti kegiatan yang berlangsung  di Bay Walk Mall, Pluit, Jakarta Utara, 19 – 20 September 20206.

Untuk pelatihan pelatih tercatat hadir 80 pelatih dan pada pelatihan wasit diikuti 45 wasit dari 31 Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI.

Mantan pemain nasional yang memiliki segudang prestasi dan pengalaman kepelatihan, Deddy Dacosta dan Evie Sumendap serta psikolog olahraga dari KONI Pusat, Taru tampil sebagai pemberi materi kepelatihan. Untuk pelatihan wasit tampil sebagai pemberi materi Imam dan Rido.

Kedua kegiatan bergengsi dan strategis dalam mendukung pembinaan prestasi tenis meja Indonesia itu dibuka langsung oleh Ketua Umum PB PTMSI Peter Layardi. Menyambut antusiasme Pengprov dalam kegiatan kepelatihan ini dan lebih besar lagi dalam mengikuti Kejurnas sehingga menghadirkan peserta lebih dari 1.300 pemain, Peter menegaskan, ini membuktikan kerja dari PB PTMSI sangat baik dan terukur sehingga mendapat kepercayaan dari daerah-daerah. Hal ini mendorong daerah-daerah yang menjadi ujung tombak lahirnya para pemain makin bergairah dalam membina prestasi atlet serta menyiapkan sumber daya manusia pendukung kompetisi dan pertandingan.

“PB PTMSI secara konsiten mengadakan pelatihan pelatih dan  wasit setiap tahun. Namun tahun ini yang terbesar dengan jumlah 125 orang. Jadi kita bisa melihat bagaimana antusiasnya masyarakat tenis meja di Indonesia menyambut event penataran yang sudah diamanatkan di dalam AD/ART PB PTMSI. Dan juga dari sisi peserta kejurnas di tahun ini ada 1.300 lebih.

Kita menggunakan 20 meja jadinya, 20 meja pingpong. Jadi sangat luar biasa dan rekor,” kata Peter kepada wartawan sesuai membuka Penataran Pelatih dan Wasit itu.

Menurut Peter, ini juga memberikan bukti kerja dari para pengurus priori 2026-2030 sangat baik dan sangat terukur. Sehingga dari sisi partisipasi dari Pengprov sangat luar biasa di tahun 2026 ini. Ada 31 dari 38 Pengrov yang ada di seluruh Tanah Air ambil bagian. Tujuh Pengprov belum bisa berpartisipasi karena ada kendala keuangan.

“Mudah-mudahan kedepannya semua Pengprov bisa ambil bagian. Kalau itu terjadi maka peserta akan makin bertambah membludak lagi. Ini menjadi ukuran kinerja yang semakin baik dari teman-teman para pengurus. Begitu juga kinerja para pengurus di kabupaten kota maupun di tingkat provinsi yang semakin baik. Walaupun di tengah kondisi minimnya dukungan pembiayaan. Ini bisa menjadi satu event yang luar biasa besar dan saya mengapresiasi itu,” ujar Peter yang saat itu juga tengah berbincang-bincang dengan Olympian Tenis Meja Ismu Harinto.

Selain antusiasme daerah dalam mengikuti penataran prlatih dan wasit itu, pengakukan daerah terhadap kinerja pengurus PB PTMSI juga ditunjukan dengan bukti kinerja mengirim pemain binaan masing-masing ke Kejurnas. Tidak mengherankan bila peserta Kejurnas kali ini mencetak rekor 1.343 peserta perorangan dan tim atau beregu.

“Ini rekor ya. Perlu diketahui, ini dilakukan secara berjenjang mulai dari Kejuaraan Kabupaten/Kota (Kejurkab/kot), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan akhirnya Kejurnas. Dan kejurnas ini adalah tolok ukur pembinaan dari daerah-daerah bagaimana keberhasilan mereka dari tahun ke tahun di uji. Jadi sebenarnya daerah itu sangat aktif. Ini yang kita apresiasi, jembatani dan perhatikan. Tidak hanya memperhatikan yang di pucuk saja dengan melupakan akranya,” ungkapnya.

Liga Pelajar dan Mahasiswa

Peter mengemukakan, kalau daerah tidak aktif bagaimana bisa mengirim pemain ke Kejurnas. Jadi ini merupakan potensi besar tennis meja. Di bawah naungan organisasi PB PTMSI ada 38 Pengprov dan juga 300 hampir 400 di kabupaten dan kota (Pengkab/Pengkot).

“Kami di PB PTMSI konsentrasi penuh mengembangkan dan membina potensi besar ini untuk melahirkan pemain-pemain andalan Indonesia di kancah internasional melalui program yang berjenjang dan terukur,” tegasnya.

Lebih lanjut Peter menjelaskan, setelah Kejurnas bukan berarti pembinaan pemain berhenti karena akan ada babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) tahun 2027. Sedangkan tahun ini, PB PTMSI juga akan menggelar Silatama, Silataruna, turnamen open.

“Kami juga rencanakan adanya Liga Pelajar.  Mulai dari tingkat Sekolah Dasar yang dibagi dalam dua kategori yaitu kelas 1 – 3 dan 4 – 6. Terus SMP, SMA dan bahkan berlanjut ke Liga Mahasiswa. Semua ini  akan kita bicarakan dan matangkan  dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB PTMSI tanggal 23 sampai dengan 24 September ini,” kata Peter.

Setelah mendapat mandate dari Rakernas maka PB PTMSI segera bergerak melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait supaya memberikan dukungan. Terutama yang terkait dengan sekolah kita ke Kemendikdasmen dan mahasiswa ke Diktisiantek.

“Ya seperti itulah sehingga ini akan menjadi program dan kerja yang kolektif dan kolaborasi. Bukan sepihak karena potensi besar tenis meja Indonesia akan berhasil melahirkan pemain andal di tingkat internasional bila dikelola dengan gotong royong dan bersatu,” ucap Peter. ***

Editor: Gungde Ariwangsa

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 days ago
6 days ago
6 days ago
1 week ago
2 weeks ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor