x

Prabowo di Gontor: Kita Harus Berani Mengakui Kelemahan Masa Lalu Agar Tak Kembali Dijajah

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 16:12 71

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya keberanian suatu bangsa untuk belajar dari sejarah, termasuk mengakui berbagai kelemahan dan kekurangan yang pernah terjadi di masa lalu.

Menurutnya, sikap tersebut diperlukan agar Indonesia tidak kembali mengalami pengalaman pahit berupa penjajahan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Prabowo mengatakan membangun masa depan bangsa tidak cukup hanya dengan berbicara mengenai keberhasilan. Menurutnya, sebuah bangsa juga harus berani melihat dan mengakui kelemahannya sendiri.

“Kita harus belajar dari sejarah dan kita harus jujur kepada diri kita. Kita harus jujur bukan kepada orang lain. Kita harus jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita,” kata Prabowo.

Ia menilai, mengakui kekurangan diri sendiri bukan perkara mudah. Sebab, menurut Prabowo, lebih mudah bagi seseorang untuk berbicara mengenai kehebatan dibandingkan melihat kelemahan yang dimiliki.

“Gampang untuk kita bicara dengan hebat. Sulit untuk kita lihat kekurangan-kekurangan kita sendiri, kelemahan-kelemahan kita sendiri,” ujarnya.

Prabowo kemudian mengajak para generasi penerus, termasuk para ustaz dan ulama, untuk menanamkan keberanian kepada generasi muda agar mau belajar dari berbagai kelemahan bangsa di masa lalu.

“Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan Indonesia memiliki sejarah panjang perjuangan melawan penjajahan. Dia menyebut pengalaman tersebut sebagai kenyataan pahit yang harus diakui dan dijadikan pelajaran.

“Kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Itu kenyataan yang pahit,” katanya.

“Bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita dan pendahulu-pendahulu kita berjuang melawan. Tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain, ini pahit. Tapi kita harus berani mengakui,” lanjut Prabowo.

Sebab itu, pengalaman sejarah tersebut kata Prabowo, harus menjadi pengingat bagi generasi penerus agar Indonesia tidak kembali berada dalam posisi yang sama.

Karena itu, dia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengambil pelajaran dari sejarah dan membangun tekad agar Indonesia tidak kembali dijajah oleh pihak mana pun.

“Dan kita harus belajar dari situ. Dan kita harus bertekad jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapapun,” tegasnya.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 days ago
6 days ago
6 days ago
1 week ago
2 weeks ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor