x

Gerindra Tak Persoalkan Jika Demokrat Ingin Usung AHY di Pilpres 2029

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 17:00 19 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Partai Gerindra menanggapi isu yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai melakukan ancang-ancang untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2029.

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong, mengatakan bahwa setiap partai memiliki kebebasan untuk menentukan sikap politik, termasuk jika memiliki keinginan mengusung kadernya dalam kontestasi Pilpres 2029.

“Ya tentu setiap partai punya kebebasan, kemerdekaan masing-masing. Kita juga dari Gerindra tidak bisa melarang ya setiap partai kemudian kalau ada keinginan atau ada kemauan untuk kemudian mencalonkan diri,” kata Bahtra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Namun, Bahtra menegaskan bahwa Gerindra saat ini masih fokus mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembicaraan mengenai Pilpres 2029 masih terlalu dini mengingat pelaksanaan pemilu masih cukup jauh.

“Tetapi yang pasti Partai Gerindra sejauh ini masih konsen untuk terus mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo, karena pemilu kita juga kan masih jauh ya,” ujarnya.

Bahtra mengatakan masyarakat saat ini lebih membutuhkan kerja nyata pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya pemerintah perlu tetap fokus menjalankan tugas, terutama di tengah tantangan global dan persoalan di dalam negeri.

“Tentu rakyat yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kerja-kerja pemerintah, apalagi di saat situasi tentu yang kita tahu sendiri tantangannya apakah itu tantangan global begitupun tantangan dalam negeri,” katanya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu juga menyinggung berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah dalam kurun waktu belakangan terakhir.

Menurut Bahtra, kondisi tersebut membutuhkan soliditas dan kerja sama seluruh pihak agar pemerintah dapat memberikan respons terbaik bagi masyarakat, ketimbang membicarakan politik 2029 yang dinilai masih terlalu dini.

“Kita lihat misalnya ada bencana di mana-mana dan ini kita harus solid bekerja sama untuk terus bagaimana berbuat yang terbaik dalam situasi yang seperti ini,” pungkas Bahtra.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat AHY, menyatakan bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki secara permanen. Menurutnya, setiap jabatan merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki masa berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memberikan pidato dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY.

AHY mengatakan, pergantian kekuasaan dan jabatan merupakan bagian dari proses demokrasi. Karena itu, setiap kader Demokrat harus memahami bahwa posisi politik pada akhirnya akan berganti seiring berjalannya waktu.

Ia juga mengingatkan bahwa berakhirnya masa jabatan tidak berarti berakhir pula kewajiban untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Para pejuang Demokrat di seluruh Tanah Air, kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya. Tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai,” tutur AHY.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
4 days ago
4 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor