x

Gagal Lemahkan Iran Lewat Serangan, AS-Israel Disebut Beralih ke Perang Psikologis

waktu baca 3 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 06:31 19 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut Amerika Serikat (AS), Israel, dan sekutunya telah mengakui kegagalan strategi serangan militer untuk melemahkan Iran.

Mereka disebut kini berupaya menggoyahkan Iran melalui operasi psikologis, ekonomi, dan keamanan.

Dalam pernyataannya pada Jumat (28/8/2026) melansir laporan Tasnim, Organisasi Intelijen IRGC menyebut penilaian badan-badan intelijen AS menunjukkan Iran telah melewati tahap sekadar mempertahankan eksistensinya.

Iran disebut masih mampu mempertahankan kemampuan asimetris, memperkuat ketahanan nasional, serta mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.

Menurut IRGC, penilaian tersebut juga menunjukkan Iran tidak lagi sekadar merespons serangan. Iran disebut mulai mengambil inisiatif strategis yang lebih besar dan meningkatkan kemampuannya untuk memengaruhi waktu, lokasi, serta biaya perang dan diplomasi.

Organisasi Intelijen IRGC mengatakan komite gabungan yang melibatkan badan intelijen AS, Israel, dan Inggris, serta sejumlah tokoh oposisi anti-Iran, telah mengakui kegagalan strategi untuk mendorong perubahan rezim melalui serangan militer.

IRGC juga menyebut informasi yang diperolehnya menunjukkan musuh kini tengah memperbarui strategi. Serangan berkala secara terbatas disebut tetap akan dilakukan, bersamaan dengan upaya mengaktifkan pusat-pusat penghasil krisis, perang psikologis, menciptakan kekacauan di pasar mata uang dan keuangan, serta menjalankan operasi kontra-keamanan.

Strategi tersebut disebut bertujuan mencegah konsolidasi stabilitas domestik Iran dan pemulihan kekuatan regional maupun ekstra-regional negara tersebut.

Lebih lanjut, IRGC menuding upaya itu diarahkan untuk mengubah “gagasan perlawanan” menjadi ketergantungan, mengubah kemampuan pertahanan dalam negeri menjadi kemampuan yang bergantung pada pihak lain, serta menggeser Iran dari pendekatan revolusioner menuju pendekatan pasif.

IRGC Deteksi Proyek Mossad

Organisasi Intelijen IRGC juga mengklaim telah mendeteksi dan memantau proyek Mossad yang bertujuan membentuk struktur rahasia untuk memberikan tekanan terhadap Iran dari dalam.

Struktur tersebut, menurut IRGC, menggunakan sejumlah cara seperti menjalin hubungan dengan kelompok pembangkang, melakukan sabotase, serta memanfaatkan agen-agen lokal.

IRGC kemudian mengidentifikasi tujuh area utama yang disebut menjadi sasaran upaya musuh saat ini, yakni:

  • Melemahkan peran Selat Hormuz dalam keamanan nasional Iran.
  • Mencegah Iran kembali melakukan aksi militer di kawasan.
  • Menggambarkan Poros Perlawanan sebagai pihak yang memiliki kemampuan terbatas.
  • Menerapkan blokade maritim.
  • Mengikis persatuan nasional dengan memicu ketidakpuasan dan polarisasi serta membesar-besarkan perbedaan.
  • Melebih-lebihkan dan mengeksploitasi kelemahan serta keterbatasan dalam negeri.
  • Mendorong masyarakat menyampaikan keluhan melalui aksi di jalanan

Menurut IRGC, fokus utama strategi tersebut adalah “mengganggu stabilitas dan mengurangi ketahanan nasional rakyat Iran” melalui perang kognitif yang dirancang untuk menimbulkan rasa takut dan ketidakpastian.

Sebut Ada Kendala di Dalam Negeri AS

Di sisi lain, Organisasi Intelijen IRGC menyoroti sejumlah kendala domestik yang disebut dihadapi AS.

IRGC mengklaim lebih dari 23 komandan militer serta puluhan pejabat politik dan intelijen telah mengalami pemecatan, penurunan pangkat, atau pencopotan karena menentang pemerintahan AS.

IRGC juga menyebut tindakan regional Iran berdampak negatif terhadap sejumlah indikator ekonomi AS. Selain itu, organisasi tersebut menyinggung penurunan popularitas Presiden AS Donald Trump, ketidakpastian dukungan politik terhadap Israel, serta keterbatasan kemampuan militer AS dalam memberikan dukungan tempur ofensif maupun defensif terhadap Iran.

Organisasi Intelijen IRGC mengatakan pihaknya kini memprioritaskan pemeliharaan kemampuan intelijen dan kesiapan militer secara permanen.

Mereka juga menyatakan akan menangkal tindakan yang dinilai dapat mengganggu ketenangan, solidaritas, dan kohesi domestik, serta mencegah badan intelijen musuh menjalankan operasi keamanan di dalam Iran dan sepanjang perbatasannya.

IRGC menambahkan pihaknya tetap mewaspadai unsur dan jaringan yang disebut sebagai “neo-Daesh” yang bekerja sama dengan kelompok teroris.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor