x

Danantara Diklaim Berhasil Buktikan Kinerja Positif

waktu baca 4 menit
Jumat, 14 Agu 2026 18:03 29 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Keraguan terhadap kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) perlahan mulai mendapat jawaban. Sejumlah indikator kinerja BUMN menunjukkan perbaikan setelah pemerintah mendorong konsolidasi, efisiensi, dan optimalisasi aset negara melalui Danantara.

Presiden Prabowo Subianto bahkan memberikan apresiasi khusus kepada jajaran Danantara.

Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo menyebut langkah perampingan BUMN telah menghasilkan penghematan biaya overhead lebih dari Rp50 triliun.

Penghematan tersebut berasal dari berbagai komponen biaya, mulai dari gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan, hingga perjalanan dinas. Menurut Prabowo, efisiensi tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam pengelolaan perusahaan-perusahaan pelat merah.

“Jadi, saudara-saudara sekalian, untuk itu, saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya,” kata Prabowo.

Sejak dibentuk, Danantara memang sempat menghadapi keraguan publik. Pertanyaan utama ketika itu adalah apakah konsolidasi aset negara melalui satu badan pengelola mampu membuat kekayaan negara menjadi lebih produktif.

Kini, sejumlah capaian kinerja BUMN mulai memberikan gambaran berbeda. Berdasarkan data yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya, sejumlah perusahaan negara mencatat pertumbuhan laba signifikan.

PT Timah tercatat mengalami kenaikan laba hingga 804,7 persen. Kemudian Pupuk Indonesia tumbuh 253 persen, Semen Indonesia 196,5 persen, Pegadaian 84,6 persen, Pertamina 80 persen, Pelindo 60,4 persen, BTN 40,8 persen, dan Bank Mandiri 24,3 persen.

Perbaikan juga terlihat dari sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami tekanan kinerja. Krakatau Steel dan Kimia Farma, misalnya, disebut berhasil melakukan turnaround hingga kembali membukukan laba, meski periode pencatatan kinerja kedua perusahaan tersebut berbeda.

Pengamat komunikasi Hendri Satrio menilai perkembangan tersebut turut mengubah persepsi terhadap Danantara. Menurut pria yang akrab disapa Hensat itu, peran Danantara kini tidak hanya berkaitan dengan perbaikan kinerja BUMN, tetapi juga mulai membangun kembali optimisme publik.

“Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang,” kata Hensat, Jumat (14/8/2026).

Di parlemen, kinerja Danantara juga mendapat apresiasi. Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menilai perbaikan BUMN merupakan hasil dari kemitraan antara DPR dan Danantara dalam melakukan pembenahan perusahaan negara.

“Itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada,” ujar Andre.

Menurut Andre, salah satu aspek penting dalam pembenahan tersebut adalah streamlining atau perampingan struktur BUMN. Langkah itu diarahkan agar perusahaan negara menjadi lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan kinerja bisnis.

Kehadiran Danantara juga mendorong BUMN untuk kembali fokus pada bisnis inti. Aktivitas yang dinilai tidak memberikan nilai tambah mulai dikurangi, sementara aset negara diarahkan agar dapat menghasilkan return yang lebih optimal.

Efisiensi tersebut juga membuka peluang penguatan sinergi antar-BUMN. Dengan konsolidasi yang lebih baik, perusahaan negara diharapkan dapat memperoleh economies of scale dan economies of scope sehingga aset yang sebelumnya kurang produktif dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo mengingatkan bahwa reformasi BUMN harus tetap dilakukan secara transparan dan profesional. Menurutnya, perusahaan negara harus diisi oleh korporasi yang sehat, produktif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

“Reformasi BUMN merupakan langkah yang berani dan penting karena terlalu banyak perusahaan negara yang tidak produktif justru dapat membebani keuangan negara,” kata Bambang.

Karena itu, capaian laba dan efisiensi tidak semata-mata harus dilihat sebagai angka keuangan. Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah cara negara mengelola aset, dari sekadar memiliki kekayaan menjadi memastikan kekayaan tersebut menghasilkan manfaat ekonomi.

Pada titik ini, pertanyaan mengenai perbedaan Danantara dengan pola pengelolaan BUMN sebelumnya mulai memperoleh jawaban. Struktur perusahaan semakin diarahkan untuk efisien, aset dioptimalkan, dan profitabilitas menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan.

Namun, perubahan tersebut tetap membutuhkan pengawasan. Restrukturisasi BUMN harus berjalan dengan prinsip tata kelola yang baik agar efisiensi dan optimalisasi aset tidak berhenti sebagai kebijakan administratif, melainkan benar-benar meningkatkan kontribusi perusahaan negara terhadap perekonomian dan penerimaan negara.

Paradigma yang dibangun pun mulai bergeser. Ukuran keberhasilan tidak lagi semata-mata tentang siapa yang menguasai aset negara, tetapi seberapa produktif aset tersebut bekerja dan seberapa besar manfaatnya kembali kepada masyarakat.

Gagasan itu sejalan dengan pesan Prabowo dalam pidato kenegaraannya. Presiden menegaskan bahwa kekayaan Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang.

“Indonesia yang berdaulat adil dan makmur. Indonesia yang kekayaannya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang saja,” kata Prabowo.

Dengan demikian, perjalanan Danantara kini memasuki fase pembuktian. Jika tren efisiensi dan peningkatan kinerja BUMN dapat dipertahankan secara konsisten, keraguan yang sempat muncul di awal pembentukannya berpotensi berubah menjadi kepercayaan terhadap model baru pengelolaan aset negara.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor