x

Bawaslu Ingin Mahasiswa Jadi Mata dan Telinga Pengawasan Pemilu 2029

Laporan: Dhanis

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Sep 2026 17:02 42

TODAYNEWS.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi di ruang digital, tetapi juga berperan aktif sebagai agen literasi sekaligus sumber informasi awal dalam pengawasan Pemilu 2029.

Anggota Bawaslu RI Puadi mengatakan, partisipasi mahasiswa dibutuhkan untuk membantu Bawaslu mendeteksi berbagai dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi, khususnya di ruang digital.

Hal itu disampaikan Puadi di sela-sela kegiatan Bawaslu Campus Connect bertajuk “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” yang digelar di Kampus FISIP Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (30/9/2026).

“Kedepannya kami berharap mahasiswa ini sebagai agen literasi, sebagai agen digital, dan kemudian juga tidak berhenti sampai di sini untuk tetap melakukan sosialisasi secara efektif,” kata Puadi kepada wartawan.

Menurutnya, partisipasi mahasiswa dapat menjadi pintu masuk bagi Bawaslu dalam memperoleh informasi awal terkait dugaan pelanggaran. Informasi tersebut selanjutnya dapat ditelusuri dan didalami untuk menentukan apakah dapat ditindaklanjuti sebagai temuan.

“Sehingga nanti ending-nya adanya partisipasi masyarakat, terutama partisipasi mahasiswa ketika nanti ke depannya adanya dugaan-dugaan pelanggaran untuk bisa disampaikan kepada kami,” ujarnya.

Puadi menjelaskan, informasi awal yang disampaikan masyarakat memiliki peran penting dalam mekanisme penanganan pelanggaran di Bawaslu.

“Sehingga kami mudah untuk bisa mengeksekusi manakala ada informasi awal. Informasi awal itu dilakukan penelusuran, pendalaman untuk bisa dijadikan sebuah temuan, karena pintu masuk dalam penanganan pelanggaran itu melalui pintu laporan dan pintu temuan,” jelasnya.

Selain mendorong pelaporan dugaan pelanggaran, Bawaslu juga berharap mahasiswa ikut memperkuat literasi digital masyarakat. Hal itu dinilai penting untuk menangkal penyebaran hoaks, disinformasi, maupun informasi yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran politik.

“Kami berharap ke depannya partisipasi terutama mahasiswa untuk tetap menambah literasi pengetahuan, yang kemudian informasi-informasi ini menjadi bahan pengetahuan untuk paling tidak menangkal adanya persoalan-persoalan yang menyangkut hoaks, disinformasi, adanya case atau kasus-kasus berkaitan tentang adanya dugaan pelanggaran yang salah satunya adalah politik,” tuturnya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data dan Informasi Bawaslu RI itu menambahkan, penguatan partisipasi masyarakat juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu melakukan transformasi digital dalam pengawasan pemilu.

“Laporan ini tetap menjadi fokus kami. Sehingga kami berharap ke depannya penggunaan-penggunaan pada kesempatan kali ini untuk bisa disosialisasikan kepada mahasiswa,” katanya.

Dia berharap sosialisasi tersebut dapat menjadi arena bagi Bawaslu untuk memperkuat transformasi digital sekaligus memperluas keterlibatan civitas akademika dalam pengawasan pemilu.

“Dengan ke depannya Bawaslu bisa bertransformasi digital, agar sosialisasi ini tersampaikan kepada civitas akademik untuk bisa disosialisasikan dan untuk bisa berpartisipasi manakala ada dugaan-dugaan pelanggaran,” pungkas Puadi.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
5 hours ago
5 hours ago
16 hours ago
2 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor