x

Jangan Hakimi Pesantren karena Ulah Oknum

waktu baca 4 menit
Minggu, 2 Agu 2026 21:09 30 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid atau Cak Udin menegaskan, urgensi penguatan sistem perlindungan santri sebagai langkah strategis untuk mengokohkan eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang aman, humanis, dan tetap menjadi benteng pembentukan akhlak bangsa.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Halaqah Pesantren Ramah Anak bersama ratusan pengasuh pondok pesantren yang diselenggarakan bersama Forum Komunikasi Pesantren Malang Raya (FKPMR) di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Minggu (2/8/2026).

Bagi PKB dan kalangan pesantren, penguatan Pesantren Ramah Anak bukan sekadar respons terhadap munculnya sejumlah kasus kekerasan oleh oknum, melainkan bagian dari transformasi kelembagaan agar pesantren semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, akhlakul karimah, dan tradisi kepesantrenan yang telah mengakar.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyusun dan memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Pesantren Ramah Anak sebagai pedoman pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan kasus bullying maupun kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

Cak Udin mengatakan halaqah tersebut merupakan tindak lanjut dari Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) yang digagas Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

“Program Halaqah Pesantren Ramah Anak ini merupakan kerja sama kami dengan pesantren di seluruh Indonesia. Sebelumnya telah dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, Jawa Barat, dan Palembang. Kini Malang menjadi tuan rumah,” ujar Cak Udin.

Menurutnya, Pesantren Ramah Anak harus menjadi standar baru dalam pengelolaan pondok pesantren di Indonesia. Dengan demikian, masyarakat semakin yakin bahwa pesantren tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki sistem perlindungan anak yang kuat, profesional, dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, forum ini menjadi bagian dari upaya mendorong pesantren agar terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mampu menjawab tantangan zaman dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Cak Udin juga mengajak masyarakat untuk melihat persoalan kekerasan di pesantren secara objektif. Ia menegaskan, kasus yang mencuat selama ini dilakukan oleh oknum dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menghakimi lembaga pesantren secara keseluruhan.

“Satu-dua kasus itu dilakukan oleh oknum, tetapi sayangnya kemudian digeneralisasi. Padahal pesantren secara kelembagaan tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Pesantren justru menjadi tempat berseminya nilai-nilai keislaman yang menekankan akhlakul karimah, adab, dan kesopanan,” tegasnya.

Ia menilai tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pesantren hingga saat ini menjadi bukti bahwa pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya dalam membentuk karakter generasi bangsa.

Menurut Cak Udin, justru karena pesantren memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan karakter, maka seluruh elemen pesantren perlu terus melakukan pembenahan agar kepercayaan masyarakat semakin kuat. Penguatan Pesantren Ramah Anak menjadi ikhtiar kolektif agar setiap santri memperoleh perlindungan maksimal selama menempuh pendidikan.

Karena itu, PKB berkomitmen menjaga kepercayaan publik dengan memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren melalui penyusunan SOP yang dapat diterapkan secara luas.

“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pesantren, sekaligus meningkatkan kualitasnya sebagai lembaga pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, ramah santri, dan ramah lingkungan,” katanya.

Salah satu hasil utama halaqah tersebut adalah penyusunan SOP Pesantren Ramah Anak yang akan menjadi pedoman bersama bagi pondok pesantren. Selain itu, para pengasuh dan tenaga pendidik mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan, deteksi dini, serta mekanisme penanganan kekerasan seksual.

“Dalam forum ini kami menyusun SOP mengenai seperti apa pesantren ramah anak itu. Kami juga memberikan pemahaman kepada para pengasuh dan pendidik tentang kekerasan seksual, bagaimana mencegahnya, serta langkah penanganannya,” jelasnya.

Tak hanya itu, PKB juga mendorong lahirnya mekanisme peer surveillance atau pengawasan antarpesantren sebagai bentuk kontrol internal yang dinilai efektif untuk mencegah terjadinya bullying maupun kekerasan seksual.

“Pengawasan yang paling efektif adalah dari internal pesantren sendiri. Ketika para pengasuh rutin bertemu, berdialog, dan saling bertukar informasi mengenai isu bullying maupun kekerasan, maka akan terbentuk kontrol sosial yang kuat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Pesantren Ramah Anak yang menjadi penegasan komitmen bersama untuk mengokohkan budaya perlindungan anak di lingkungan pesantren. Deklarasi dihadiri perwakilan sejumlah pondok pesantren ternama, di antaranya Himasal (Lirboyo) yang diwakili K.H. Abdulloh Kamal, IASS (Sidogiri) diwakili K.H. Kholil Fanani, IMAP (Ploso) diwakili K.H. Mun’im (Gus Ubed), serta IKSAS (Salafiyah Pasuruan) diwakili Ning Ayik (Maryam Lauilik).

Halaqah juga menghadirkan narasumber dari Polres Malang, Polres Malang Kota, dan Yayasan Koppatara untuk memberikan pembekalan mengenai langkah-langkah pencegahan, pendampingan, hingga penanganan kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pesantren sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami melibatkan aparat kepolisian untuk memberikan penyuluhan hukum. Dengan begitu semua pihak memahami bahwa bullying maupun kekerasan seksual merupakan tindak pidana yang memiliki konsekuensi hukum dan menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” tandas Cak Udin.

Ke depan, program Halaqah Pesantren Ramah Anak akan diperluas secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia sehingga semakin banyak pondok pesantren yang menerapkan standar perlindungan anak.

Langkah tersebut diharapkan semakin mengokohkan eksistensi Pesantren Ramah Anak sebagai model pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, aman, dan relevan dengan tuntutan zaman, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sebagai benteng akhlak bangsa.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
16 hours ago
5 days ago
6 days ago
1 week ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor