Profesor ilmu politik asal Amerika Serikat (AS), John Mearsheimer sebut Gedung Putih menderita kekalahan total dalam perang melawan Iran. Foto: Getty Images TODAYNEWS.ID – Profesor ilmu politik asal Amerika Serikat (AS), John Mearsheimer, menilai operasi militer Washington terhadap Iran sebagai kegagalan strategis yang sangat besar.
Dalam sebuah wawancara dengan program Uncensored, seperti dilaporkan IRNA, pada Kamis (30/7/2026) Mearsheimer menyatakan bahwa AS mengalami kekalahan telak dan gagal mencapai seluruh tujuan yang telah ditetapkan sejak awal perang.
Ia menilai bahwa Washington melancarkan perang dengan empat tujuan: perubahan rezim di Iran, penghapusan kemampuan pengayaan uranium Iran, penghentian dukungan Teheran untuk Ansarullah di Yaman, Hizbullah di Lebanon dan Hamas, serta penghentian program rudal jarak jauh Iran.
“Amerika Serikat gagal mencapai keempat hal tersebut,” tegas Mearsheimer.
Ia menambahkan, sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu, Iran belum memegang kendali atas Selat Hormuz. Namun saat ini, Teheran justru mendominasi jalur perairan strategis dunia tersebut.
Lebih lanjut, Mearsheimer menilai infrastruktur militer AS di kawasan Asia Barat telah rusak, jaringan aliansi Washington terguncang, dan ekonomi global terancam menghadapi krisis serius.
Mearsheimer menggambarkan hasil tersebut sebagai kegagalan yang besar bagi Washington. Menurutnya hingga kini belum ada solusi militer maupun strategi alternatif yang ditawarkan agar AS keluar dari situasi rumit tersebut.
Dia mengatakan bahwa semua strategi yang diterapkan, termasuk serangan udara besar-besaran, blokade, dan opsi militer lainnya, telah gagal.