x

Erna Sari Dewi Desak Pemerintah Prioritaskan Pengembangan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Jul 2026 13:00 38 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan pembangunan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

Erna menyoroti ketimpangan alokasi pembangunan bagi daerah penghasil Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor kepelabuhanan, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.

Menurut legislator fraksi Partai NasDem itu, kontribusi besar daerah dari aktivitas batu bara, migas, dan ekspor komoditas belum dibarengi dengan perhatian infrastruktur yang sebanding.

“Pelabuhan-pelabuhan di daerah menjadi mesin penghasil uang negara melalui aktivitas batu bara, migas, hingga ekspor komoditas. Namun, hasil yang diperoleh negara tidak kembali secara proporsional ke daerah,” kata Erna dalam keterangan yang diterima, Kamis (16/7/2026)

Erna juga menyoroti persoalan sedimentasi klasik di Pelabuhan Pulau Baai yang menjadi pintu utama logistik Bengkulu. Meskipun pengerukan saat ini telah dilakukan berlandaskan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025, Erna menilai langkah tersebut masih bersifat sementara.

Ia pun mendesak Ditjen Perhubungan Laut untuk merumuskan solusi permanen, seperti penerapan teknologi sand bypassing, guna mengatasi sedimentasi tanpa harus terus-menerus melakukan pengerukan berkala.

“Kalau bukan karena Inpres, mungkin Pelabuhan Pulau Baai tidak dikeruk lagi. Padahal sedimentasi di alur pelayaran ini sudah menjadi persoalan klasik,” katanya.

Erna mendorong Ditjen Perhubungan Laut menyusun solusi jangka panjang, seperti penerapan teknologi sand bypassing atau metode lain yang mampu mengatasi sedimentasi secara permanen, sehingga pemerintah tidak terus-menerus melakukan pengerukan berkala.

Dalam kesempatan itu, Erna juga meminta pemerintah melanjutkan pendalaman alur Pelabuhan Pulau Baai hingga mencapai minus 12 meter sesuai rencana lanjutan yang tertuang dalam Instruksi Presiden.

Menurutnya, kedalaman alur saat ini yang berada di kisaran minus 6,5 meter LWS hanya mampu melayani kapal berukuran sekitar 5.000 hingga 12.000 gross ton (GT).

Jika alur diperdalam hingga minus 12 meter, kapal berkapasitas lebih dari 20.000 GT dapat bersandar di Pelabuhan Pulau Baai. Kondisi tersebut diyakini akan menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, serta meningkatkan daya saing ekonomi Bengkulu.

“Kalau kapal-kapal besar bisa masuk, biaya logistik akan turun dan ekonomi daerah bisa berkembang. Karena itu kami membutuhkan keadilan pembangunan untuk Bengkulu,” tegasnya.

Erna berharap pemerintah tidak hanya berfokus membangun infrastruktur baru, tetapi juga memastikan pelabuhan-pelabuhan yang telah ada mendapatkan peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa daerah yang berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui sektor kepelabuhanan sudah semestinya memperoleh dukungan pembangunan yang proporsional agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
11 hours ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor