x

Biodiesel B50 Diluncurkan, Prabowo Tegaskan Kemandirian Energi sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Jul 2026 09:21 32 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedaulatan sebuah negara sangat bergantung pada kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan strategis secara mandiri, khususnya di sektor energi, pangan, dan air.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada peluncuran Biodiesel B50 bertajuk “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

“Kelangsungan hidup suatu bangsa ditentukan oleh tiga hal. Pertama, mampu menghasilkan pangannya sendiri. Kedua, memiliki sumber energi sendiri dan tidak tergantung bangsa lain. Ketiga, memiliki sumber air sendiri,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan kabar baik mengenai capaian sektor pangan. Ia mengklaim Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan jauh lebih cepat dari target awal.

“Alhamdulillah kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Kita sudah swasembada pangan. Dari target 4 tahun, kita telah berhasil dalam 1 tahun,” kata Prabowo.

Menurutnya, swasembada pangan dan energi sudah menjadi fokus utamanya bahkan sebelum resmi menjabat sebagai kepala negara.

“Dari sejak saya belum dilantik jadi Presiden kepada tim inti saya, tim penasihat saya, selalu saya tekankan harus swasembada pangan, harus swasembada energi,” ucapnya.

Selain menggenjot sektor nabati, pemerintah juga terus memetakan potensi energi lain, seperti panas bumi, batu bara, gas alam, hingga perluasan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG).

“CNG kita sangat banyak, sangat-sangat banyak. Di Jawa Tengah, penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan, dan CNG ada di seluruh Indonesia. Dan juga sekarang diketemukan teknologi untuk membuat gas dari batu bara yang sangat dalam di bawah tanah yang belum termanfaatkan,” jelas Presiden.

Terkait biodiesel, implementasi program mandatori B50 ini dinilai menjadi tonggak sejarah baru. Pasalnya, bahan bakar berbasis minyak sawit ini diklaim mampu menyetop ketergantungan Indonesia terhadap solar impor di tengah ketidakpastian global.

“Saya dorong, saya menuntut dari tim saya kemandirian energi. B40 tidak cukup. Bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, Pak, dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa,” tandasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

22 hours ago
22 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor