x

Jakarta Rebut Gelar Kejurnas U16 dan U18 2026 Kategori U16 Putra dan Putri

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Jul 2026 17:35 25 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Roar Jakarta dan Airone Jakarta sukses merebut gelar Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 pada kategori U16 putri dan putra. Kedua tim mengungkap kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting di balik keberhasilan mereka.

Roar Jakarta memastikan gelar juara U16 putri setelah menundukkan juara bertahan Sahabat Semarang 55-34. Kemenangan itu diraih pada partai final di Sahabat Arena, Semarang, Minggu (5/7/2026).

Laga berlangsung ketat sejak kuarter pertama. Sahabat sempat unggul 7-6 sebelum Roar berbalik memimpin 15-14 saat babak pertama berakhir.

Roar tampil lebih dominan setelah jeda pertandingan. Tim asal Jakarta itu memperlebar keunggulan menjadi 32-29 di kuarter ketiga sebelum mengakhiri laga dengan skor 55-34.

Ariqa Shafa menjadi pemain paling menonjol di kubu Roar. Ia menyumbang 19 poin, tujuh assist, dan tujuh steal untuk membawa timnya meraih gelar juara.

Pelatih Roar Jakarta, Fredy, mengatakan tantangan terbesar pada final adalah menghadapi lawan yang memiliki organisasi permainan sangat baik. Karena itu, timnya harus cepat menyesuaikan strategi di lapangan.

“Tantangan terbesar tentu melakukan adjustment terhadap lawan. Kebetulan hari ini kami menghadapi tim yang well coached, jadi kami harus mampu beradaptasi dengan permainan mereka,” ujar Fredy dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7/2026).

Fredy menambahkan dirinya selalu percaya dengan kemampuan para pemain. Menurutnya, tim hanya menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan keputusan yang telah disiapkan.

Sementara itu, Airone Jakarta keluar sebagai juara kategori U16 putra usai mengalahkan AKJ Semarang dengan skor 66-56. Airone memimpin sejak kuarter pertama dengan keunggulan 21-16 dan menutup babak pertama 39-28.

AKJ sempat memangkas selisih angka menjadi 52-45 pada akhir kuarter ketiga. Namun, Airone mampu menjaga konsistensi permainan hingga memastikan kemenangan.

Pelatih Airone Jakarta, Koko Nugroho, mengungkapkan persiapan tim berubah karena lawan di final berbeda dari perkiraan awal. Meski demikian, ia menilai para pemain mampu beradaptasi dengan cepat.

“Tantangan terbesar ada pada willingness dan disiplin anak-anak. Sejujurnya persiapan kami lebih banyak untuk menghadapi Aras. Ternyata yang lolos AKJ, dan mereka juga tim yang sangat bagus, sehingga kami harus cepat melakukan adjustment terhadap tim yang belum terlalu familiar,” kata Koko.

Koko juga menyebut kontribusi pemain dari bangku cadangan menjadi salah satu keputusan penting pada laga final. Di sisi lain, pelatih AKJ Semarang Hedi Bingan menilai momentum transisi, distribusi bola, dan kemampuan bermain dalam kontak fisik menjadi evaluasi utama timnya setelah gagal meraih gelar juara.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
10 hours ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor