Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Martin Daniel Tumbelaka. Foto: Dok. Komisi III DPR RI TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka meminta para pelaku penyerangan terhadap polisi saat penggerebekan kasus narkoba yang menewaskan tiga anggota kepolisian di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dijatuhi hukuman seberat-beratnya.
Martin juga mengecam keras insiden yang merenggut nyawa tiga aparat tersebut. Menurutnya, segala bentuk perlawanan terhadap aparat penegak hukum tidak dapat ditoleransi.
“Setelah ditangkap, pastikan mereka diberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera. Tidak boleh ada kompromi bagi pembunuh aparat negara,” kata Martin dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Ia turut mendesak kepolisian melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap peristiwa tersebut. Menurutnya, penyelidikan tidak boleh berhenti hanya pada penangkapan pelaku penyerangan yang berada di lokasi kejadian.
“Cari tahu siapa yang memprovokasi warga, siapa yang menyembunyikan hingga dari mana para pelaku ini mendapatkan senjata api rakitan. Ekosistem kejahatan di desa tersebut harus dibongkar total,” ucapnya.
Martin mengingatkan bahwa pimpinan tertinggi Polri telah berkomitmen memerangi peredaran narkoba dengan menginstruksikan seluruh jajaran untuk menindak tegas dan terukur para bandar maupun gembong narkotika.
“Negara tidak boleh mundur dan tidak boleh kalah oleh sindikat narkoba maupun kelompok massa yang melindungi kejahatan,” ujar Martin.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyatakan akan memberikan dukungan (back up) dalam penanganan kasus narkoba di Kalimantan Tengah setelah personel Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, gugur dalam operasi penggerebekan bandar narkoba.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso dalam keterangan di Jakarta, Kamis (2/7), mengatakan selain satu personel yang gugur, dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang dalam operasi tersebut.
Belakangan, kedua personel itu ditemukan oleh tim gabungan pencarian dan penyelamatan di aliran sungai di wilayah tersebut. Dengan demikian, total tiga anggota polisi gugur dalam operasi pengungkapan kasus narkoba di Katingan.