x

Parlemen Iran Tegaskan Syarat Teheran untuk Buka Kembali Selat Hormuz

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Agu 2026 13:23 39 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, kembali menegaskan syarat Tehran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Ia menyatakan bahwa jalur air strategis tersebut tidak akan dibuka hingga Amerika Serikat (AS) mencabut blokade, mengakhiri sanksi, dan melepaskan aset-aset Iran yang dibekukan.

Melansir laporan IRNA pada Kamis (20/8/2026), Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sebelum seluruh ketentuan dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad tersebut dilaksanakan oleh Washington.

Menurut Ghalibaf, Persyaratan itu mencakup pencabutan blokade, pelepasan aset Iran yang dibekukan, pencabutan sanksi terhadap sektor minyak, serta penghentian ancaman dan operasi militer di seluruh lini.

Ghalibaf juga menyampaikan penghormatan kepada Pemimpin Revolusi Islam yang gugur sebagai syahid. Ia mengatakan kepemimpinan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei selama puluhan tahun telah mempersiapkan rakyat dan Angkatan Bersenjata Iran untuk menghadapi agresi Amerika Serikat dan Israel.

Ia mengklaim Iran telah meraih kemenangan dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai “musuh Amerika-Zionis”. Ghalibaf juga menuduh Washington dan Tel Aviv memiliki ambisi untuk menggulingkan sistem Republik Islam Iran.

Menurutnya, koordinasi antara masyarakat, diplomasi, dan kekuatan militer Iran, serta dukungan publik, menjadi bukti bahwa Iran mampu menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.

Ghalibaf turut menyinggung keputusan Presiden AS Donald Trump yang disebutnya mundur dari MoU yang dimediasi Pakistan dengan Tehran.

Dia menilai ketidakpatuhan Washington terhadap kesepakatan tersebut merupakan bentuk keputusasaan sekaligus kekalahan diplomatik bagi Gedung Putih.

Lebih lanjut, Ghalibaf menegaskan Angkatan Bersenjata Iran tetap berkoordinasi dengan aparat diplomatik dalam merespons perkembangan tersebut. Ia mengatakan bahwa Iran akan terus memperjuangkan apa yang disebutnya sebagai hak-hak negara yang tidak dapat dicabut.

Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada pasokan dan harga energi global.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor